Minggu, 27 Mei 2012 | 05:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jangan Ngeri Koleksi BUMI
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Ahmad Munjin
web - Senin, 20 April 2009 | 08:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Prediksi aksi profit taking terhadap saham PT Bumi Resources (BUMI), akhir pekan lalu, ternyata tidak terbukti. Hari ini, penguatan saham batu bara ini bahkan diprediksi tak dapat ditahan. Investor direkomendasikan beli untuk jangka panjang.
Pengamat pasar modal, Dandossi Matram mengatakan kenaikan saham BUMI, Senin (20/4) ini dan hari-hari berikutnya susah ditahan. Pasalnya, kejatuhan saham BUMI sebelumnya merupakan kejatuhan terbesar dalam sejarah bursa di Indonesia. Semula, BUMI seharga Rp 8.000 terjun bebas menjadi Rp 400 per lembar sahamnya. Di sisi lain, kinerja perseroan pun dinilainya baik-baik saja.
Penguatan saham BUMI lebih lanjut, juga karena tidak adanya saham yang murah saat ini. Jika dihitung rata-rata harga saham saat ini sudah berada di atas Rp 700-an. Artinya, indeks global dan Indonesia sudah mulai bergerak kencang. "Dalam kondisi itu kenaikan saham BUMI agak susah ditahan," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (19/4).
Selama sepekan terakhir kenaikan saham BUMI mencapai 26,5%. Sedangkan pada penutupan perdagagangan pekan lalu, saham sejuta umat ini ditransaksikan menguat 60 poin (5,3%) pada level Rp 1.190 dibandingkan penutupan hari sebelumnya Rp 1.130. Harga tertinggi BUMI mencapai Rp 1.210 dan harga terendah pada posisi Rp 1.120.
Sedangkan volume transaksi mencapai 795,3 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp 930,1 miliar dan 11.090 frekuensi.
Dandossi melihat, tren penguatan BUMI juga didukung oleh tren penurunan BI rate yang memberikan ekspektasi positif di bursa. Dalam kondisi itu, laju kenaikan indeks akan lebih panjang dari pada profit taking yang akan terjadi. Ini akan berakibat positif pada BUMI. "Saya yakin BUMI akan bergerak naik terus selama sepekan ke depan," tandasnya.
Kalaupun terjadi koreksi, menurutnya, hanya akan terjadi sejenak saja. Profit taking hanya terjadi dalam perdagangan sehari dari harga tertingginya. Jika ambil untung terjadi pada Senin ini, BUMI akan kembali melaju pada hari Selasa dan hari-hari berikutnya. "Tapi, menurut saya, kecenderungannya tidak akan ada aksi profit taking," paparnya.
Bahkan, dalam sebulan hingga dua bulan ke depan, Dandossi yakin saham BUMI akan bergerak ke angka Rp 2 ribu per lembar sahamnya. Menurutnya, investor akan memburu saham sejuta umat ini dan sebagian yang sudah membeli akan menahannya untuk tidak menjual.
Semua investor tahu, pergerakan BUMI saat ini sudah mulai rebound kembali. Investor akan rugi melepas saham yang harganya murah. Karena itu untuk BUMI lebih baik ditahan saja dan Dandossi pun tidak merekomendasikan trading. Setelah profit taking jangan-jangan harganya tidak bergerak turun malah naik lagi. "Itu yang terjadi sepekan yang lalu," katanya.
Dengan melihat tensi spekulasi yang tinggi di pasar, kenaikan BUMI masih bisa cukup tinggi. Secara net, Dandossi yakin, kenaikan 10% hingga 20% dalam sepekan ke depan masih bisa terjadi. Dandossi merekomendasikan untuk beli BUMI untuk jangka waktu setahun hingga tiga tahun. "Ngapain dijual. Nggak bakal turun kok!" tukasnya.
Menurut Dandossi, lebih baik investor menjual saham BUMI pada level Rp 3 ribu atau Rp 4 ribu per lembar sahamnya. Bahkan, bisa menahan terus saham sejuta umat ini hingga melebihi dua tahun mendatang. Pasalnya, dua tahun lagi, indeks sudah mulai pulih setinggi-tingginya. "Dua-tiga tahun lagi dari sekarang," paparnya.
Karena itu, investor sejatinya tidak melakukan aksi profit taking saat ini. Dalam dua tahun mendatang, harga BUMI akan tinggi. Kalaupun ada aksi profit taking, menurutnya, tidak akan kuat melawan pasar yang sangat spekulatif. "Profit taking, lebih kecil peluangnya ketimbang kenaikan indeks lebih lanjut," tuturnya. "Akan lebih berat di hati untuk menjual saham BUMI." [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.