Senin, 28 Mei 2012 | 16:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PBB: SBY Oke, Cawapres Nanti Dulu
Headline
MS Kaban - inilah.com/ Subekti
Oleh: Djibril Muhammad
web - Senin, 20 April 2009 | 17:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Partai Bulan Bintang (PBB) menegaskan siap mendukung kembali SBY sebagai capres dalam pilpres 2009 dengan bergabung dalam kaolisi dengan Partai Demokrat (PD). Namun, soal cawapres, PBB masih akan membahasnya di internal dalam musyawarah dewan partai.

"Sejauh ini PBB mengarah seperti dulu, Kalau dulu mengusung SBY-JK. Mungkin presiden nggak masalah, wapresnya dibicarakan dalam musyawarah partai ini," kata Ketua Umum PBB Malam Sambat Kaban, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (20/4).

Menurut Menteri Kehutanan ini, musyawarah kali ini kekuatannya satu tingkat dibawah muktamar. Karena itu, tutur dia, musyawarah ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang dianggap strategis bagi partai. "Bisa menyangkut intern mengubah AD/ART. Atau keputusan bagaimana partai ke depan. Atau menyangkut PBB berkoalisi dalam pemilu presiden mendatang," jelas Kaban.

Kaban mengatakan, pengalaman berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD) di pemerintahan selama 5 tahun ini merupakan salah satu pertimbangan akan berkoalisi kembali. "Jadi wajar kita melanjutkan semuah kerjasama yang pernah dibangun," ujar dia.

Mengenai keputusan musyawarah kali ini juga akan membahas pencapresan Ketua Majelis Syuro PBB, Yusril Ihza Mahendra, Kaban mengakui, belum dapat memasitikan. Manum, ditegaskan dia, partai akan berpikir rasional, terlebih perolehan suara PBB yang tidak terlalu signifikan.

"Itu juga bisa menjadi salah satu pembahasan dalam musyawarah. Dan saya kira Pak Yusril juga akan mengambil keputusan yang rasional. Pak Yusril itu negarawan kalau saya boleh sebut," terang Kaban.

Meski begitu, dijelaskan Kaban, semua keputusan partai akan ditentukan dalam musyawarah kali ini. Setelah itu, DPP akan membicarakannya dengan Majelis Syuro partai. "Jadi nanti akan dibahas, kita akan ketemu dengan Majelis Syuro, supaya keputusan ini merupakan hasil sebuah mufakat," tandas Kaban. [jib/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.