INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra mengaku tidak terlalu berambisi untuk meramaikan bursa capres dalam pilpres mendatang. Sebab perolehan suara partainya tidak memungkinkan untuk mengangkat dirinya sebagai orang nomor 1 di Republik ini.
"Sudah mantap makan tabungan. Tabungan telah habis. Setelah berhenti jadi pejabat kerja nggak jelas, ya sudah mantap," jelas Yusril di sela-sela Musyawarah Dewan PBB di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (20/4).
Dituturkan mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan ini, rasanya sangat berat jika partai tetap ngotot untuk mengusung capres dari internal partai. Apalagi dirinya tidak berambisi mengejar jabatan.
"Saya jauh dari ambisi itu. Saya tidak ngotot. Tidak ada jabatan apa-apa tidak masalah. Bukan target untuk menjadi capres. Jadi bukan suatu masalah yang prinsipil," kata mantan Ketua Umum PBB ini.
Yusril mengatakan, kondisi politik belakangan ini banyak mengalami perubahan. Karenanya, wajar jika kemudian PBB merubah sikap atau kebijakan yang akan diambil. Namun PBB dapat mengambil keputusan yang tepat dan dalam situasi yang tepat.
"Namun PBB sudah banyak pengalaman dengan berkoalisi 3 kali. Pertama di zaman Gus Dur, Ibu Megawati, dan terakhir Pak SBY. Jadi nggak terlalu pusing," ujar mantan Mensesneg ini. [jib/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !