INILAH.COM, Jakarta - Meski belum resmi, wacana Poros Tengah kembali diramaikan. Poros dari parpol Islam tersebut diyakini dapat menjadi penetral kebekuan 2 kutub. Yakni kutub Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri.
"Sangat bisa memecah kebekuan dua kutub ditengah kuatnya pencitraan SBY," kata pengamat politik Islam Universitas Islam Negeri (UIN), Ahmad Bakir Ihsan, dalam perbincangannya dengan INILAH.COM di Jakarta, Selasa (21/4).
Ihsan mengatakan, jika poros tengah diseriusi dapat menjadi kekuatan alternatif. Bahkan dapat menjadi penyeimbang dari 2 kutub yang ada. Selain itu kekuatannya sangat signifikan melihat perolehan suara sementara yang mencapai hampir 30%.
"Namun, butuh tahapan atau langkah yang sangat luar biasa besar. Minimal menjajaki secara kongret kesepakatan dan program yang menyentuh langsung masyarakat. Jadi mereka harus duduk bersama untuk merumuskan itu. Kalau tidak, waktu sempit," ujar Ihsan.
Sehingga, tutur Ihsan, jika serius dilakukan koalisi Poros Tengah harus sesegera mungkin diumumkan. Sebab, poros tersebut tidak hanya sekadar dideklarasikan, tapi juga perlu disosialisasikan. "Sangat signifikan. Kalau misalkan golkar menjadi imamnya," tandasnya. [jib/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !