INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Achmad Mubarok mengatakan usulan nama-nama cawapres SBY yang berkibar saat ini masih belum dikantongi SBY. Sebaiknya 5 kriteria pendamping yang dilontarkan SBY menjadi catatan cawapres SBY untuk mengukur diri.
"5 Kriteria cawapres yang dikatakan SBY itu muncul mengingat semua orang tidak mengukur diri menjadi cawapres. Sekarang kan dengan adanya kriteria itu orang jadi tahu diri seberapa kemampuannya. Itu maksud SBY," jelas Mubarok dalam diskusi 'Hubungan presiden dan wakil presiden' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4).
Menurut Mubarok, lewat kriteria itu SBY bermaksud ingin hati-hati dalam memilih pendamping. Bukan peragu, tapi SBY ingin agar di periode yang kedua ini SBY kudu all out.
"Nama-nama yang ada, misalnya SMS yang bilang kalau SBY mau besar, harus pilih Akbar karena Akbar itu artinya besar. Atau ada juga masukan yang bilang, kalau cawapres SBY harus jujur, kalau jujur itu artinya Assididiq, jadi SBY mendingan pilih Jimly Assidiq. Pokonya semua nama itu baru dipungut, belum dikantongi SBY," papar dia.
Menurut Mubarok, SBY sampai saat ini belum mengarah pada satu nama bakal cawapresnya. Melalui 5 kriteria itu, SBY ingin menunjukkan soft power, atau kelembutan dalam bersikap, bukan dengan kekuatan.
"Yang jelas siapa pun yang dipilih SBY harus diterima oleh semuanya. Bisa cawapres itu muda, atau tua tapi berjiwa muda. Yang pasti orang Indonesia, bukan import," selorohnya. [ikl/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !