INILAH.COM, Jakarta Perbedaan sikap di antara petinggi untuk berkoalisi kembali terjadi. Jika sebelumnya ditunjukkan oleh PAN, kini giliran PBB. Sebelumnya Ketua Umum DPP PBB MS Kaban menyatakan akan berkoalisi dengan Partai Demokrat, namun kini Ketua DPP PBB Yusron Ihza Mahendra membantah hal itu.
"Sesuai anggaran dasar Partai Bulan Bintang (PBB), hal-hal strategis termasuk keputusan koalisi, mengajukan calon presiden, dan lain-lain, adalah wewenang Majlis Syuro," tegas Yusron, di Jakarta, Kamis (23/4) malam.
Adik Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra ini menjelaskan, rapat awal pekan ini, bukanlah berwenang menetapkan dua hal pokok tadi. "Itu adalah Rapat Dewan Partai, yakni satu tingkat di bawah Muktamar PBB. Rapat tersebut dengan begitu tidak punya wewenang menentukan koalisi dan lain-lain," paparnya.
Jika sekadar memberi arah dan masukan ke Majelis Syuro, menurutnya, boleh-boleh saja. "Tetapi bukan memutuskan. Karena itu, kalau ada yang katakan bahwa PBB sudah putuskan koalisi dengan partai A atau B, itu hanyalah pernyataan pribadi," wakil Ketua Komisi I DPR itu mencoba meyakinkan.
"Yang hadir kemarin, hampir semua petinggi PBB, baik itu Ketua Umum DPP PBB, Sekjen, Dewan Syuro, dan lain-lain, termasuk utusan-utusan dari DPW," ujar Yusron Ihza Mahendra lagi.
Selasa (21/4) lalu, Ketua Umum DPP PBB MS Kaban menetapkan partainya berkoalisi dengan Partai Demokrat. PBB juga akan mendukung SBY dalam Pilpres 2009. Keputusan ini, menurutnya diambil dalam rapat dewan partai PBB.[*/nuz]