INILAH.COM, Jakarta Pertemuan empat mata yang telah digelar Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri, Jumat (24/4) malam semakin menegaskan koalisi antara Partai Golkar dan PDIP. Namun, keduanya harus menurunkan ego masing-masing agar dapat tercapai tujuan untuk mengalahkan SBY atau memperkuat oposisi di parlemen.
Hal itu diungkapkan pengamat Politik LIPI M Nurhasim, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (24/4). Menurutnya, target pertama antara Golkar dengan PDIP adalah mengusung atau menetapkan koalisi.
"Nah, ini ada dua hal. Pertama, mengalahkan SBY untuk pilpres ke depan. Kedua, untuk menguatkan posisi di parlemen," paparnya.
Untuk mengalahkan SBY, menurutnya, relatif riskan. Apalagi, keduanya sama-sama dicalonkan partainya sebagai calon presiden. Namun, jika keduanya dapat menurunkan agenda, tentu dapat membangun kekuatan oposisi.
Di sisi lain, jika JK mengalah dan bersedia menjadi wapres, tentu akan berdampak pada perpecahan di tubuh Golkar. "Akan muncul faksi-faksi untuk jadi wapres, dan faksinya kental di antara DPD. Karena, kalau hanya jadi wapres, kenapa tidak tunggu PD dalam tiga sampai empat hari," urainya. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !.
Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android
dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone