inovasi portal berita
Kamis, 23 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.9,059.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

JK-Wiranto Solusi Hadapi SBY

Headline
JK-Wiranto - inilah.com/ Raya Abdullah
Oleh: Samsul Maarif
Minggu, 26 April 2009 | 07:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kemenangan telak Partai Demokrat pada Pemilu Legislatif 2009 tidak boleh dipandang sebelah mata oleh kompetitornya. Termasuk Jusuf kalla dan Megawati Soekarnoputri.

Jusuf kalla dan Megawati diprediksi tidak akan mampu melakuakan head to head secara langsung dengan SBY. Apalagi mengalahkannya dalam Pilpres pada Juli mendatang dalam satu kali putaran.

"Rencana bersatunya JK dan SBY sebetulnya merupakan kekuatan yang bisa dibilang tidak ada tandingannya lagi. Disatu sisi SBY sebagai orang Jawa yang hubungannya sangat dekat dengan militernya, sementara JK diusung oleh partai besar yang notabene sudah mengakar rumput dikanca perpolitikan nasional," kata Presiden Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan O Silalahi kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (26/4).

Pecahnya Golkar-Demokrat, menurut Johan, membuka peluang JK mengambil pucuk pimpinan pemerintahan. Asal, JK harus berani mengambil langkah taktis. Misalnya, membuat Pilpres menjadi 2 putaran.

"Langkah strategis semisal tidak bersatu dengan Mega pada putaran pertama tetapi pada putaran kedua," ujar Johan.

"Terus terang untuk mengalahkan SBY hanya pada putaran I susah, karena prediksinya dia akan bisa menggalang sekitar 35 persen hingga 40 persen suara nanti," tambah Johan.

Selanjutnya, guna merealisaikan cita-citanya, menurut Johan, JK juga harus secepatnya merangkul tokoh yang bisa mengakomodir mitos Jawa dan Militer. Pilihan tidak lain jatuh kepada Wiranto.

Alasannya selain Wiranto mantan kader Golkar yang juga purnawirawan ABRI, kedekaatan emosinya dengan masyarakat Jawa diharapakan bisa memecah konsentrasi fokus dukungan suara bagi SBY.

"JK potensi suaranya sekitar 15 persen hingga 20 persen dan dia kuat di Indonesia timur, kalau dia bersama Wiranto maka dipastikan akan memecah suara SBY," tuturnya.

Mengenai besarnya dukungan partai Islam kepada Demokrat seperti PKS, PKB, PPP ataupun PAN, Johan juga menegaskan baik JK maupun Wiranto sama-sama mempunyai kesempatan mendapatkan suara kaum muslim ini.

"JK dari timur dan basisnya Islam sedangkan Wiranto itu mempunyai history dengan Anis Matta," terang Johan.

Langkah selanjutnya kedua pasangan ini diwajibkan melakukan pendekatan pada tingkat grassroot untuk mendulang suara yang lebih besar lagi. [rif/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.