INILAH.COM, Jakarta - Menghadapi SBY di Pilpres 2009 bukanlah hal mudah. Para lawan politik SBY harus bisa membuat suara SBY pecah dengan membuat Pilpres berlangsung dua putaran.
Menurut Presiden Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan O Silalahi, bentuk kerjasama antara JK dan Mega memang harus dimulai
secepat mungkin. Namun hal itu bukan berarti mereka berdua harus bersatu dan berjalan bersama sebelum putaran II Pilpres.
"Pilpres ini saya perkirakan akan berlangsung dua putaran. JK dan Mega harus pisah pada putaran pertama, tetapi tetap kerjasama dalam bentuk lain," kata Johan kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (25/4).
Menurut Johan, JK dan Mega harus melakukan kerjasama sedini mungkin guna mengantisipasi perkembangan kekuatan SBY (Demokrat) bersama dengan partai koalisinya. Selain itu, dikatakan Johan, kemenangan SBY pada pemilu legislatif lalu tidak terlepas dari kontribusi purnawirawan-purnawirawan ABRI dalam menjalankan mesin politik partai.
"Nanti sebaiknya Mega dengan Prabowo dan JK dengan Wiranto untuk putaran pertama. Kalau ini dilakukan maka kekuatan Demokrat akan bisa dipecah. Selanjutnya pada putaran kedua mungkin ada deal lagi untuk kerjasama dengan konsep yang lebih fokus lagi," sarannya. [rif/ana]