INILAH.COM, Jakarta Judul di atas perlu penekanaan bahwa memang ML bukan hanya milik mereka yang berusia di bawah 25 tahun. Mereka di atas itu masih bisa melakukan ML tentu dengan penyesuaian kondisi fisik.
Tidak realistis juga bila seseorang yang telah berusia di atas 40 bisa melakukan aktivitas ML sesering atau seaktif di usia 20-an. Namun, jangan sepelakan juga usia tua ini.
Banyak mereka di usia emas ini malah ML lebih berkualitas. Karena di usia ini biasanya pasangan lebih memahami kebutuhan dan keinginan pasangannya.
Memang pada usia ini baik laki-laki atau perempuan mulai mengalami penurunanan fisik. Wanita, misalnya, mulai mengalami penurunan cairan Mrs V. Orgasme juga kurang begitu kuat.
Pria juga mengalami ereksi tidak sekuat usia 20-an. Begitu juga tidak merasakan orgasme maksimal.
Namun penurunan dan perubahan aktivitas dan intensitas itu adalah normal. Mereka yang mengalami kondisi ini dapat mengalihkannnya dengan cara baru seperti mengunakan cairan pelicin lebih banyak dari biasanya.
Juga melakukan oral seks dan rangsangan manual juga permainan seks seperti video erotis dan fantasi seks.[L1]