INILAH.COM, Jenewa Tak sedikit perusahaan yang kini mulai membatas akses atas situs jejaring sosial Facebook, karena merasa dapat mengurangi produktivitas karyawan. Ironisnya, seorang perempuan di Swiss sampai harus kehilangan pekerjaannya karena diketahui perusahaan tengah mengakses Facebook di saat ia sakit. Waduh!
Perempuan yang tidak disebutkan namanya ini, seperti dilansir BBC, Minggu (26/4), telah meminta izin pada kantornya Nationale Suisse, untuk tidak masuk. Sebab, ia tengah mengalami gangguan migren dan memerlukan istirahat.
Namun, kantornya curiga perempuan asal Basle itu hanya berpura-pura sakit. Sebab, saat ia tengah menjalani masa istirahat sakitnya, ia diketahui tengah mengakses Facebook melalui komputer.
Hal ini tentu saja dibantah perempuan itu. Ia mengaku mengakses situs yang tengah mewabah itu melalui iPhone di tempat tidurnya. Ia bahkan mencurigai pemecatannya merupakan skenario yang sistematis.
Sebab, di saat ia sakit ada seseorang yang memintanya untuk menjadi teman. Sehingga, 'teman baru' itulah yang kemudian memonitor aktivitasnya di dunia maya. "Kecurigaan saya bertambah, karena 'teman baru' itu kemudian menghilang dari Facebook setelah saya di-PHK," kata perempuan itu pada harian 20 Minuten.
Perusahaannya sendiri memiliki alasan atas pemecatannya. Siapapun yang bisa mengakses Facebook dalam kondisi terserang migren, tentu bisa bekerja dalam keadaan migren. Walah! [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !