inovasi portal berita
Kamis, 23 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.9,059.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Puan Layak Dampingi JK

Headline
Puan Maharan - inilah.com/ Subekti
Oleh:
Senin, 27 April 2009 | 04:24 WIB
INILAH.COM, Padang - Kapasatias Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan Puan Maharani ternyata cukup menjanjikan. Karenanya, putri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri itu dinilai layak mendampingi capres Partai Golkar Jusuf Kalla.

"Jika koalisi Partai Golkar-PDIP terjadi dan mengarah kepada pembicaraan capres dan cawapres. Puan Maharani bisa sebagai cawapres pendamping JK dan bisa kuat dalam persaingan Pilpres mendatang," ujar pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar, Damsar, di Padang, Minggu (26/4).

Pengajar Fisip Unand, ini mengatakan, Megawati tidak akan mengendurkan posisinya menjadi wakil presiden. Hal yang sama juga terjadi pada Ketua Umum Partai Golkar itu. Namun jika tidak terjadi kepakatan, dijelaskan dia, PDIP-Golkar dapat menduetkan JK dengan Puan Maharani.

"JK-Puan maju dalam Pilpres mendatang pertarungan akan ketat. Karena figur putri Megawati itu, muda, perempuan yang tentunya akan menjadi daya tawar terhadap pemilih," jelas dia.

Mengenai sosok Puan yang minim pengalaman politik dan pemerintah, menurut dia, tidak perlu dirisaukan. Sebab, hal tersebut dapat ditutupi dengan staf ahli yang akan berfungsi membantu tugas-tugasnya.

"Cawapreskan pembantu presiden dan kekurangan yang ada bisa dibantu dengan staf ahli. Persoalan dalam Pilpres mendatang berkaitan dengan penawaran yang tepat kepada pemilih," urai dia.

Ia menjelaskan, jika penawaran tepat dan jelas justru akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih. Dicontohkan dia, ibarat orang berdagang, meski produknya kualitas menengah, tetap cara menawarkan membuat pembeli tertarik, tentu pembeli tak ragu "membeli".

"Memang pilpres bukan soal transaksi dagang, tapi yang menjadi target utama dalam pilpres mendatang bagi semua calon, bagaimana bisa menang dengan perolehan suara terbanyak, tentu tak terlepas dari figur calon yang diusung," terang dia.

Jika PDIP tetap mengusung Megawati sebagai capres, lanjut dia, secara usia sudah tua. Selain itu, Mega sudah waktunya mengkader penerusnya yang juga putrinya sendiri.

"Persoalannya sekarang, apakah Ketua Umum PDIP itu bisa mengalah, ketika Puan diminta untuk menjadi cawapres pendamping JK, sehingga koalisi kedua partainya bisa lebih kuat," tanya dia.

Melihat perkembangan politik nasional menjelang Pilpres semakin hangat soal capres dan cawapres, Damsar menilai, Prabowo trendnya naik bila dibandingkan dengan JK. Sehingga jika ingin berkoalisi Golkar harus lebih mantap dan tepat dalam mencari cawapres dalam Pilpres mendatang.

Selain itu, bila Prabowo maju sebagai capres dan cawapres pendampingnya adalah Puan Maharani, peluangnya juga akan kuat dalam persaingan Pilpres mendatang. "Namun, pasangan Prabowo-Puan untuk capres-cawapres sulit juga terjadi, karena perolehan suara partai Gerindra jauh di bawah PDIP," imbuh dia. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.