INILAH.COM, Bandarlampung - Menjelang lima bulan berakhirnya jabatan sebagai Menteri Agama, Muhammad Maftuh Basyuni meminta kepada seluruh jajaran di Depag untuk 'cuci piring'. Ia ingin seluruh jajarannnya menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan baik.
"Umur kabinet tinggal sekitar lima bulan lagi, saya ingin memanfaatkan itu untuk menyelesaikan sisa pekerjaan saya yang belum selesai. Mari kita ramai-ramai 'cuci piring'," katanya, di hadapan pejabat Depag se-Provinsi Lampung di Lampung, Senin (27/4).
Dipaparkan Maftuh, ia masuk ke Depag dalam keadaan bersih, sehingga saat keluarpun harus dalam keadaan bersih. Semuanya bisa dilakukan dengan bantuan para staf. "Saudara-saudara sebagai staf. Tanpa bantuan Saudara, sulit rasanya," katanya, didampingi Direktur Pendidikan Madrasah, Firdaus dan Kapuspinmas, Mashuri.
Yang paling pokok dari gerakan 'cuci piring' itu, menurutnya Depag harus bebas dari dari KKN. "Karena itu yang saya anggap paling mudah dilaksanakan, tapi paling menjadi barometer," katanya.
Atas hal itu, Maftuh menyindir jajarannya yang justru dengan sengaja melakukan perbuatan KKN. "Kami tekankan di sini agar betul-betul diperhatikan. Di beberapa tempat, hal itu (KKN) justru dilakukan secara sengaja dan seolah menantang. Menterinya kan sudah mau selesai saja kok," katanya.[*/nuz]