Minggu, 27 Mei 2012 | 19:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Korban Flu Babi Terus Bertambah
Headline
thesun.co uk
Oleh:
web - Selasa, 28 April 2009 | 10:54 WIB
INILAH.COM, Mexico City - Wabah flu babi memasuki babak baru. Jumlah kematian di Mexio dan AS diperkirakan telah meningkat berlipat kali. Perekonomian AS yang mulai bangkit dari resesi, kini menunjukkan tanda-tanda bakal terpuruk lagi.

Jumlah kematian pengidap flu babi di Mexico meningkat menjadi 149 orang. Sebanyak 2.000 orang di Mexico diperkirakan akan segera terinfeksi flu babi ini.

Di AS, setidaknya 48 orang telah tertular virus flu babi ini. Meski dari hasil tes di sejumlah sekolah di New York tidak ada warga yang terinfeksi, namun sejumlah lapoan muncul dari kota lainnya seperti di Ohio, Kansas, Texas, dan California. Sedangkan di belahan lain di dunia, terdapat 73 kasus, termasuk enam di Kanada, satu di Spanyol, dan dua di Skotlandia.

Sekretaris Departemen Kesehatan Meksiko Jose Angel Kordoba mengatakan bahwa epidemi telah memasuki tahap sangat berbahaya, dengan jumlah orang yang terinfeksi tumbuh subur, demikian juga dengan jumlah kematian.

"Kami berada dalam momen yang paling penting dari epidemi. Jumlah kasus akan terus meningkat, sehingga kami harus memperkuat langkah-langkah pencegahan," ujar Kordoba dalam sebuah konferensi pers.

WHO menaikkan tingkat peringatan menjadi tahap 4. Artinya transmisi virus antarmanusia yang menyebabkan wabah di sebuah negara akan terus berlanjut.

"Saat ini, sebagai virus telah menyebar ke beberapa negara lain," kata Asisten Direktur enderal WHO Keiji Fukuda.

Rusia, Hong Kong, dan Taiwan mengatakan mereka akan melakukan karantina terhadap orang-orang uang dicurgai telah terjangkit virus flu babi ini.

Sementara Presiden AS Barack Obama mengatakan wabah ini memang memprihatinkan, tetapi belum menyebabkan alarm berbunyi. Sedangkan Dr Richard Besser, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, mengatakan bahwa sampai saat ini virus flu babi di AS tampaknya tidak separah dibandingkan Meksiko.
"Hanya satu orang yang telah dirawat di rumah sakit," jelas Besser kepada wartawan.
Meski demikian, Komisatris Kesehatan Uni Eropa telah mengeluarkan imbauan agar warga di benua itu menghindari perjalanan kurang penting ke Meksiko dan AS.
Imbauan ini merupakan ancaman baru kepada ekonomi AS yang sementara ini menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan. [AP/L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.