INILAH.COM, Denpasar - Merebaknya wabah flu babi meresahkan dunia pariwisata Bali. Kelangsungan pariwisata Pulau Dewata ini bisa terpengaruh. Diharapkan pemerintah bertindak tepat dan cepat mengantisipasi flu babi dari sektor hulu ke hilir.
"Mudah-mudahan tidak sampai merebak ke sini. Pemerintah harus langsung mengantisipasi merebaknya flu babi itu. Khusus untuk Bali, langkah itu harus secepat dan setepat mungkin karena pariwisata ini sangat rentan terhadap isu kesehatan," kata Koordinator Dewan Pariwisata Bali Ngurah Wijaya di Denpasar, Selasa (28/4).
Selama ini, lanjut dia, Bali bisa dianggap menjadi terminal akhir wisata nasional dan internasional dengan jumlah kunjungan wisatawan hingga jutaan orang per tahun. Potensi pasar yang masih bisa digali sangat luas dan jaringan pengembangan pasar wisata ini sedang dikembangkan semaksimal mungkin.
"Jika melihat asal-muasal penyebaran flu babi dari Meksiko dan kawasan Amerika Utara secara umum, penyebaran flu babi ke Bali bisa menjadi kecil kemungkinannya. Karena pasar wisata dari Amerika Serikat dan Amerika Utara ke Bali masih kecil jumlahnya. Tetapi sekali lagi, antisipasi kita harus cepat dan tepat," ujar Wijaya.
Sejak beberapa pekan lalu, katanya, kemungkinan penyebaran penyakit menular telah diantisipasi sejak dari negara asal wisatawan dan pelancong lain dengan berbagai fasilitas penunjang yang disediakan.
"Seperti detektor panas badan yang dipasang di berbagai bandara di Indonesia, itu sudah bagus. Namun langkah selanjutnya, kalau memang orang itu dicurigai mengidap penyakit menular berbahaya, ini yang harus dicermati semaksimal mungkin," katanya.
Secara pribadi dia melihat bahwa langkah pencegahan penyebaran penyakit menular ini telah dilakukan cukup serentak di dunia. Sejak dari bandara keberangkatan asal wisatawan dan pelancong telah dideteksi sedini mungkin bahwa orang yang bersangkutan bebas penyakit menular atau tidak.
Kemarin Presiden SBY menggelar rapat kabinet terbatas khusus membahas penyebaran dan penanggulangan penyakit zoonosis ini. Menkes Siti Fadilah Supari mendapat pekerjaan tambahan untuk menentukan langkah nyata penanggulangan penyakit itu. Sejauh ini Indonesia belum melaporkan kasus perjangkitan penyakit flu babi yang bisa menular dari manusia ke manusia dengan media cairan dan udara itu. [*/sss]