INILAH.COM, Jakarta PC desktop akan bergerak ke model all-in-one. Meskipun pasarnya masih kecil, tapi komputer tipis ini bisa menjadi mainstream di masa datang. Terlebih vendor PC juga menawarkan produk dengan versi murah.
Komputer desktop all-in-one yang juga disebut sebagai komputer dapur menjadi produk penting bagi vendor PC. Saat ini vendor PC utama termasuk Dell, HP, Asus dan MSI telah menawarkan sistem all-in-one, termasuk yang menggunakan layar sentuh dan tidak lagi mengandalkan keyboard.
Sistem itu disebut komputer dapur, karena bisa diletakkan di mana saja, termasuk di dapur. Sementara jika dibandingkan dengan PC desktop tradisional, biasanya perlu ruangan berukuran besar serta butuh meja khusus. Oleh vendor, PC all-in-one juga dilengkapi kemampuan tambahan tidak hanya sebatas browsing internet, tapi juga menonton TV, serta memutar DVD.
Kategori PC all-in-one ini dimulai Apple saat merilis iMac. PC itu menggabungkan CPU, speaker dan monitor dalam satu perangkat sehingga lebih ringkas dan lebih nyaman dilihat. Namun para peniru dengan desain yang sama, juga sudah berhasil menarik konsumen, karena harganya lebih murah.
Country Manager Transactional Business Lenovo Indonesia Irene Santosa, kemarin, mengatakan PC all in one masih baru di Indonesia. Tapi PC jenis ini bisa menjadi mainstream di masa datang.
"Pasarnya masih kecil. Tapi trennya, konsumen membutuhkan perangkat yang lebih ringkas. All-in-one mungkin akan jadi mainstream di masa mendatang," imbuhnya.
Saat ini PC all-in-one popular adalah yang menggunakan spesifikasi rendah. Prosesor yang digunakan kelas Atom dengan memori 2GB, hard drive 160 GB, webcam 1,3 megapiksel serta kemampuan Wi-Fi. PC all-in-one seperti ini bisa dipasarkan dengan harga US$ 600 atau kurang.
Meskipun PC jenis ini lebih menarik, namun menurut Irene tidak akan memakan atau mengganti PC desktop secara keseluruhan. Kedua produk ini memiliki perbedaan di fitur. Padahal konsumen membeli PC sesuai dengan fitur yang dibutuhkan.
Ia mencontohkan seperti PC all-in-one premium, target konsumennya spesifik. Produk all in-one premium belum mengarah ke anak sekolah, tapi lebih ke eksekutif. "Anak sekolah bukan tidak mampu membeli, tapi full fiturnya bukan untuk kalangan anak sekolah," jelasnya.
Lenovo juga merencanakan memasarkan PC all-in-one dengan spesifikasi rendah. Namun produk itu baru akan diluncurkan beberapa bulan ke depan. Lenovo saat ini mengadalkan PC all-in-one kelas premium dengan banderol US$ 1.299.
Irene mengatakan meskipun premium, PC ini bisa lebih hemat. Karena membeli PC all-in-one premium bisa langsung mendapatkan semua. Selain kompak, juga bisa melakukan berbagai fungsi, mulai dari memutar DVD, bermain game, berselancar internet dan menonton TV. "Dengan banyak kemampuan, harganya jadi murah," jelasnya.
Irene mengatakan produk PC all-in-one premium bisa diserap oleh konsumen Indonesia. Apalagi pembelian PC saat ini makin mudah dengan tersedianya fasilitas kredit. "Market share Lenovo masuk lima besar," tambah Irene.
Dell, Gateway dan HP telah menawarkan desktop all-in-one dengan desain indah, semacam Dell XPS One dan Gateway One. Sedangkan Asus memiliki Eee Top. Sementara MSI mengikuti sukses netbooknya, menjual seri WindTop.
Menurut DisplaySearch, PC all-in-one dengan LCD 18,5 inci membutuhkan ongkos US$ 240 hingga US$ 250 untuk memproduksinya dan akan dijual US$ 300 di beberapa pasar global.
Namun harga di tangan konsumen bisa menjadi US$ 400 hingga US$ 500. Nettop all-in-one diperkirakan akan tumbuh lebih dari 6 juta unit pada 2009 dan lebih dari 9 juta pada 2010 di pasar global. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !