Senin, 28 Mei 2012 | 16:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Langkah Obama Selepas 100 Hari
Headline
Barack Obama - istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Jumat, 1 Mei 2009 | 05:51 WIB
INILAH.COM, Washington - Seratus hari pertama bukan berarti Presiden AS Barack Obama melewati masa-masa terpenting. Pekerjaan rumah dan tugas baru menantinya. Mulai dari perekonomian yang belum menunjukkan tanda-tanda bangkit, hingga flu babi.
Obama boleh bernapas lega dengan penilaian warga AS atas 100 hari pertama kinerjanya. Ia dianggap sebagai presiden yang memuaskan rakyatnya, meski banyak juga yang mengatakan dirinya terlalu banyak melakukan sesuatu dalam waktu yang teramat singkat. Tapi justru dengan cara itulah ia membuktikan lebih dari sekadar smooth talker.
Memasuki 100 hari keduanya, Obama banyak menggantungkan harapan di tangan Kongres. Nasib proposal terbesarnya, seperti revisi layanan kesehatan dan kebijakan pendidikan berada di tangan legislatif. Mereka akan memperdebatkan, mengganti, atau bahkan menolak proposal itu.
Sedikit banyak, Obama memang bisa mempengaruhi keputusan Kongres. Namun ia tak bisa mengendalikan takdirnya atau mengetahui apa yang akan terjadi ke depan. Hal itu ia ungkapkan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rabu malam (29/4), dimana sang presiden menyatakan ia harus sabar menunggu pertimbangan DPR AS itu.
"Presiden tak bisa seenaknya begitu saja, ada Kongres yang ikut mengambil keputusan untuk negara ini. Bagaimanapun, saya harus memberikan argumen terbaik dan mendengarkan apa yang ingin mereka katakan. Nanti, saya berharap semuanya akan berjalan dengan semestinya menuju arah yang benar," papar Obama.
Kabar baiknya, di tubuh Kongres dan Senat, mayoritas dikuasai Demokrat. Untuk pertama kalinya selama 30 tahun terakhir dalam pemerintahan AS, partai presiden merupakan mayoritas anggota Senat.
Itupun berkat Senator Arlen Specters yang berpindah kubu dari Republik ke Demokrat. Marjin itu, tetap saja bukan jaminan Obama akan mulus mencapai tujuannya di level legislatif.
"Saya sadar, Senat bisa saja mengubah pendapat mereka. Terkadang anggota Demokrat pun tak setuju dengan keputusan saya. Tapi memang begitulah adanya, memang harus demikian," Obama memaparkan.
Saat ini, ia masih menikmati rating tinggi yang berarti kepuasan publik AS terhadapnya. Obama tak memiliki alasan untuk bersitegang dengan Kongres ke-111 tersebut. Mereka baru saja meloloskan stimulus miliknya dengan sedikit perubahan. Kongres bahkan tidak ikut campur dengan usaha Obama menggenjot industri otomotif AS.
Beberapa jam sebelum konferensi pers digelar, Kongres menyetujui budget federal sebesar US$ 3,4 triliun. Proses itu tak mudah, dengan banyaknya protes dari kubu Republik. Dengan dana itu, layanan kesehatan pemerintah selama sepuluh dekade ke depan akan terjamin.
Selain itu, Obama baru saja meminta Kongres mengucurkan ekstra US$ 1,5 miliar untuk mengatasi flu babi yang kini telah berada di level 5. Di bidang energi, Kongres tampaknya tak tertarik mengeluarkan izin jual-beli gas rumah kaca untuk mengurangi dampak pemanasan global. Isu-isu domestik inilah yang harus menjadi perhatian utamanya.
Dalam kebijakan luar negeri, tak banyak yang ia lakukan selain meredakan ketegangan akibat berbagai kebijakan mantan Presiden George W Bush. Sejauh ini, ia sudah cukup menelikung kebijakan Bush yang menimbulkan pro-kontra dalam negeri.
Perjuangannya itu layak, sebab tak ada negara yang tak membuka kesempatan untuk AS. Sebuah fakta yang sangat bertolak belakang dengan kepemimpinan Bush. Apapun itu, yang jelas jejak langkah Obama sepanjang 2009 ini akan menjadi catatan sejarah yang sangat menarik. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.