INILAH.COM, Havana - Meski Presiden Barack Obama sudah menunjukkan perubahan, sikap antipati Kuba terhadap Amerika Serikat masih tersisa. Negara itu bahkan menyebut pemerintah AS sebagai penjahat internasional yang sebenarnya.
Pernyataan itu muncul setelah Washington menyatakan tetap memasukkan Kuba dalam daftar negara yang diduga mendukung terorisme. Laporan Departemen Luar Negeri AS itu juga menggabungkan Iran, Suriah, dan Sudan pada daftar utama mereka yang mensponsor terorisme.
"Penulis (laporan itu) merupakan penjahat internasional. Kami tidak mengenal otoritas politik atau moral pemerintah AS untuk menciptakan daftar apa pun mengenai subyek apapun yang menentukan tingkah laku baik atau buruk," tutur Menlu Kuba Bruno Rodriguez, seperti dilansir Yahoo, Jumat (1/5).
Havana menuduh Washington memberikan perlindungan kepada Luis Posada Carriles, mantan agen Biro Agensi AS (CIA) yang diburu Kuba dan Venezuela. Carilles diduga terlibat pemboman sebuah pesawat penumpang Kuba pada 1976 yang menewaskan 73 orang.
Ia ditangkap di AS pada 2005 atas tuduhan pelanggaran imigrasi. Ia kemudian dibebaskan pada Mei 2005 setelah hakim federal Texas membatalkan dakwaan.
Rodriguez juga menyebut pemerintahan mantan Presiden George W Bush berperilaku agresif, penghasut perang, melanggar hukum internasional dan melakukan penyiksaan.[vin/nuz]