INILAH.COM, Jakarta - Smartphone yang ditunggu-tunggu Palm Pre memang belum diluncurkan. Namun handset ini kemungkinan tidak terlalu mahal, karena iSuppli menghitung biaya produksi hanya sekitar US$170 (Rp 1,8 juta).
ISuppli memprediskikan Palm akan menjual Pre ke operator sekitar US$300. Namun di tangan konsumen akan berkisar US$200 karena disubsidi oleh operator.
ISuppli menyebut fungsionalitas Pre bisa menjadi penantang iPhone Apple. "Kesamaan fitur antara Pre dan iPhone jelas yang ditargetkan oleh Palm adalah iPhone," kata analis iSuppli Tina Teng.
"Penggunaan layar multi sentuh yang menjadi kunci utama di iPhone dan juga digunakan di Pre tampaknya akan menarik banyak konsumen," katanya.
Pre menjadi harapan besar Palm untuk melawan pesaingnya, semacam iPhone dan BlackBerry Research In Motion yang telah memakan pasar smartphone Palm beberapa bulan terakhir.
iSuppli memprediksi total biaya produksi Pre mencapai US$170,02. Sebanyak US$137,83 untuk hardware, perakitan $9,58 dan biaya software serta lisensi sebesar US$22.61.
Perusahaan analis itu tidak memasukkan pengapalan, logistik, marketing serta biaya channel.[ito]