INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah berada dalam teritori positif. Hal ini ditandai dengan kembali meningkatnya pencapaian indeks dalam penutupan perdagangan pekan ini. Sebuah pertanda bahwa krisis sudah berakhir?
Indeks Bursa Efek Indonesia ditutup menguat tipis 6,816 (0,4%) dalam perdagangan akhir pekan (1/5). Indeks LQ-45 terdongkrak 1,058 poin (0,31% di level 342,783%).
Pengamat pasar modal Dandossi Matram mengemukakan bahwa apresiasi yang terjadi di pasar modal menunjukkan kepercayaan baru oleh investor. "Ada perbedaan yang besar ketika investor mulai merespons mengenai berita-berita positif mengenai mulai berakhirnya krisis," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Dandossi menilai investor tidak ingin kehilangan momentum pemulihan, sehingga sejak sekarang telah mulai mengambil posisi. Perdagangan saham kemarin cukup ramai yakni 122.041 kali dengan volume mencapai 11,832 miliar senilai Rp 5,057 triliun. Jumlah saham yang naik 79 saham, yang turun 88 saham dan yang stagnan 59 saham.
"Ke depan trennya akan terus meningkat. Posisi akhir tahun bisa mencapai angka 2.000 lebih," katanya. Sektor pertambangan dan perbankan akan menjadi lokomotif bergerak naiknya indeks.
Pemulihan ekonomi juga ditandai dengan terkendalinya laju inflasi yang akan semakin membuka peluang sektor perbankan untuk mengoreksi suku bunganya. "Memang kenaikan yang terjadi tidak bisa drastis karena masih terkendala keterbatasan likuiditas," sebutnya.
Beberapa saham yang masuk jajaran top gainer antara lain saham PT Bumi Resources (BUMI) naik Rp 40 menjadi Rp 1.520 per lembar. Kemudian saham PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.400 jadi Rp 17.200 per lembar dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melonjak Rp 100 jadi Rp 5.900 per unit. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !