INILAH.COM, Tangerang - Istri Ketua KPK non aktif Antasari Azhar, Ida Laksmiwati, mengaku tidak terpengaruh atas pemberitaan seputar suaminya dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnain. Termasuk dikabarkan menjalin cinta dengan seorang perempuan. Menurutnya, ia sudah terbiasa menerima teror sejak kecil.
"Hampir tiap hari saya menerima teror, hal itu sudah merupakan hal biasa, terutama bila suami sedang menangani kasus korupsi," kata Ida, saat mendampingi suaminya yang menggelar konferensi pers, di rumahnya, Kompleks Giriloka 2, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Minggu (3/5).
Ia mengaku tidak percaya dengan isu yang menyebutkan suaminya memiliki hubungan gelap dengan perempuan lain. "Apapun yang terjadi di masyarakat, saya tetap percaya suami saya," tegasnya.
Dalam usia pernikahan yang sudah dijalani selama 26 tahun, katanya, teror ataupun upaya lain yang sifatnya mengancam sudah sering diterima. "Teror sudah makanan saya sehari-hari, apalagi sejak Bapak di KPK. Saya tetap tegar karena memerlukan Bapak untuk pemberantasan korupsi," lanjutnya.
Laksmi mengatakan akan selalu mendoakan agar suaminya tabah dalam menjalankan tugas. Juga tidak mudah tergoda dengan berbagai rayuan apalagi bila menyangkut pemberantasan korupsi.
Untuk menunjukkan bahwa di antara mereka tidak terjadi apapun, Antasari dan Laksmi kemudian saling mencium pipi. Bahkan, di akhir konferensi pers, keduanya diminta wartawan berpose dengan saling barangkulan. Saat itu, Antasari kembali mencium pipi dan kening istrinya.
Antasari disebut-sebut menjalin hubungan cinta dengan Rani Juliani, seorang mantan Caddy di Modernland Golf, Tangerang. Rani dikabarkan pernah menikah secara sirri dengan Nasrudin Zulkarnain yang meninggal dalam kasus penembakan. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !