INILAH.COM, Mataram - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung merekomendasikan penutupan pendakian Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Hal ini sehubungan peningkatan status Gunung Barujari (anak Gunung Rinjani) dari normal level I menjadi waspada level II sejak Sabtu (2/5), pukul 16.30 WITA.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB, Heryadi Rachmat di Mataram, Minggu (3/5), mengatakan, rekomendasi untuk menutup pendakian Gunung Rinjani sudah diteruskan kepada pengelola Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
"Saya baru saja berkoordinasi dengan Kepala Balai TNGR, Arief Tongkagie, terkait rekomendasi Pusat Vilkanologi dan Mitigasi Bencana di Bandung itu. Dan tampaknya pihak Balai TNGR akan mengindahkan rekomendasi itu" paparnya.
Gunung Rinjani merupakan gunung berapi aktif tipe A sehingga pemantauan aktivitas vulkaniknya terus dilakukan. Pada Gunung Rinjani yang tingginya mencapai 3.726 meter dari permukaan laut (dpl), terdapat dua kerucut di bagian timur danau atau kaldera Rinjani(Danau Segara Anak).
Masing-masing Gunung Barujari atau Gunung Tenga yang tingginya mencapai 2.376 meter dpl dan Gunung Mas atau Gunung Rombongan yang tingginya 2.110 meter dpl. Ia mengatakan, pada prinsipnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana menghendaki semua pihak mengantisipasi berbagai kemungkinan akibat peningkatan status itu.[*/nuz]