Sabtu, 26 Mei 2012 | 17:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Permadi: Antasari Korban Skenario Besar
Headline
Permadi - inilah.com/ Raya Abdullah
Oleh: Djibril Muhammad
web - Minggu, 3 Mei 2009 | 19:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua KPK Antasari Azhari kini tengah tersandung kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran (RJB) Nasrudin Zulkarnain. Namun, sejumlah pihak menilai, kasus tersebut sangat politis dan bagian dari upaya untuk membabat musuh penguasa. Benarkah?

"Kira-kira begitu. Dengan menggunakan alatnya, yakni Kepolisian dan Kejaksaan Agung," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Permadi, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (3/5).

Mantan politisi PDIP itu memperkirakan, upaya itu dilakukan karena mantan Kejari Jakarta Selatan itu melindungi orang-orang PDIP dalam kasus Miranda S Gultom. Selain itu, Antasari juga telah membuat keluarga orang yang berkuasa kini berada di tahanan.

"Apalagi, Jhonny Allen Marbun juga akan disikat. KPU mau dihabisi oleh Antasari. Kalau dihabisin, kebongkar semuanya. Kita bisa melihat ini dengan jelas," tutur mantan anggota Komisi I DPR ini.

Dengan terburu-burunya Kejaksaan menetapkan tersangka dan polisi memeriksa Antasari, menjadi bukti hukum bahwa sudah menjadi alat kekuasaan. Namun, jika benar skenario tersebut dilakukan untuk menghabisi lawan-lawan politik penguasa, Permadi menilai hal tersebut tidak mudah dilakukan. "Sebab, permainan politik ini tidaklah mudah untuk diurai dan dituntaskan," ujarnya. [jib/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.