INILAH.COM, Jakarta Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Permadi tidak percaya Ketua KPK non aktif Antasari Azhar telah mengancam bos PT Putra Rajawali Banjaran (RJB) Nasrudin Zulkarnain melalui SMS. Menurutnya, bisa saja yang melakukan hal itu ternyata memang bukan Antasari.
"Dengan teknologi yang semakin ganggih sekarang ini, sangat mungkin nomor Antasari digunakan oleh pihak lain yang memiliki kepentingan," ucapnya, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (3/5).
Mantan politisi PDIP itu menilai, mungkin saja Antasari memiliki skandal cinta dengan Rani Juliani, seorang caddy di Modernland Golf, Bumi Serpong Damai, Tangerang. "Jadi kasus ini ruwet. Masih memerlukan penyeledikan yang panjang. Antasari harus ditanya. Polisi harus bisa mengungkap ini dengan jelas," imbuhnya.
Jika benar skenario tersebut dilakukan oleh pihak yang ingin menghabisi lawan politiknya, mantan politisi PDIP itu menilai tidak mudah dilakukan. Bahkan, bisa jadi justru akan menjadi bumerang ketika Antasari membeberkan sejumlah hal.
"Kalau Antasari membuka semua skenario ini akan semakin jelas. Antasari belum ditanya baru dituduh. Kalau yang salah dituduh apa tidak membela diri," tandas Permadi. [jib/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !