INILAH.COM, Jakarta Pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI) sepekan ke depan diprediksikan terus menguat. Selain faktor sentimen pasar yang positif, juga ditopang laporan neraca keuangan yang membukukan kenaikan laba bersih 20,6% selama triwulan I 2009.
Pengamat Pasar Modal, Dandossi Matram mengatakan sepekan ke depan sentimen terhadap saham BUMI masih positif. Menurutnya, pemulihan bursa global akan mendorong investor domestik untuk terus berspekulasi di saham BUMI. Spekulasi itu akan terjadi berkelanjutan dan membuat saham produsen batubara thermal ini terus menguat.
Selain faktor market yang positif, BUMI juga berhasil membukukan kenaikan laba bersih mencapai 20,6% selama triwulan pertama 2009. Kinerja yang positif ini akan signifikan pengaruhnya terhadap kenaikan harga saham BUMI. Kenaikan laba ini akan mendorong investor lebih berani bermain di saham BUMI.
"Untuk sepekan ke depan BUMI bergerak ke arah 1.600 hingga 1.700. Itu level yang bisa dicapai BUMI dalam sepekan ke depan," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (3/5).
Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham BUMI ditutup naik 40 poin ke level Rp 1.520 dari hari sebelumnya Rp 1.480. Sedangkan harga teringgi mencapai Rp 1.570 dan terendah Rp 1.440 dengan volume transaksi 862,6 lembar saham. Segangkan nilai transaksi mencapai Rp 1,5 triliun dengan frekuensi 14.502 kali.
Sebelumnya, Senior Vice President Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava dalam surat elektroniknya kepada INILAH.COM mengatakan, BUMI membukukan kenaikan laba bersih 20,6% selama triwulan I 2009. "Kami belum melakukan audit pada perkiraan neraca laporan keuangan triwulan I 2009," ujarnya.
Dileep menjelaskan, kenaikan laba diperkirakan karena adanya dua kali penyesuaian. Pertama, penyesuaian minoritas yang naik 20,6% menjadi US$ 183,2 juta dibandingkan periode sama 2008 US$ 151,9 juta. Kedua, penyesuaian minoritas meningkat 20,6% menjadi US$ 124,5 juta, dibandingkan periode yang sama 2008 US$ 103,3 juta.
Adapun pendapatan bersih dari penjualan naik 13,5% menjadi US$ 752,9 juta jika dibandingkan periode yang sama 2008 sebesar US$ 663,6 juta. Pendapatan operasional naik 76,1% menjadi US$ 283,3 juta, dibandingkan periode sama 2008 US$ 160,9 juta.
EBITDA naik 51% menjadi US$ 266,7 juta, dibandingkan periode sama 2008 US$ 175,9 juta. Selain itu, rata-rata harga batubara flag of convenience (FOC) melonjak 30,1% menjadi US$ 75,4/ton, dibandingkan periode sama 2008 US$ 57,9/ton. Cadangan batubara naik 26% menjadi 3,8 juta ton, dibandingkan 3 juta ton.
Sedangkan, biaya produksi mengalami penurunan 10,6% menjadi US$ 27,46/ton, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 30,73/ton. "Kenaikan harga jual hingga 30,1% dan turunnya biaya produksi hingga 10,6% melebihi kompensasi atas turunnya karakteristik volume sebesar 1,2 juta ton selama kuartal I 2009, untuk mengontrol suplai di pasar," jelasnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga jual juga menjadi kesempatan untuk membangun cadangan, optimalisasi dan meningkatkan rencana penjelasan pada kuartal II-2009 sekaligus memaksimalkan penjualan antara kuartal II dan IV.
"Darma Henwa telah memberikan penerimaan dan Fajar Bumi telah dikonsolidasikan dalam neraca laporan keuangan BUMI pada triwulan I/2009. Sedangkan Pendopo Energy belum memberikan kontribusi pada triwulan I 2009," tambah Dileep.
Kembali Dandossi mengatakan, investor melihat harga tertinggi BUMI sempat mencapai Rp 8.000 dan dari sisi perusahaan emiten ini baik-baik saja. "Ini akan semakin mendorong investor untuk memburu saham BUMI," paparnya.
Dandossi merekomendasikan untuk tetap membeli BUMI. Jika investor membeli saham batubara thermal, ia menyarankan dalam sepekan ini tidak melakukan trading. "Hold saja, karena takutnya harga tidak pernah turun lagi. Beli, langsung simpan untuk beberapa bulan ke depan. Karena sentimennya sudah mulai positif bahkan sangat positif," tandasnya.
Saat ini, menurut Dandossi tidak ada lagi keraguan pada investor. Seiring dengan naiknya saham BUMI akan banyak membantu persolan repo yang sebelumnya menjadi masalah. "Tampaknya persoalan itu mulai selesai. Dengan kenaikan saham BUMI tentu banyak pihak yang akan diuntungkan," imbuhnya. [E1]