INILAH.COM, Makassar - Herman Boy (58), korban tewas peluru nyasar dalam bentrokan dua kelompok, warga Kelurahan Karuwisi dan Kelurahan Maccini, Makassar, rencananya dimakamkan di Pekuburan Islam Panaikang. Kapolda Sulsel Irjen Pol Mathius Salempang meminta maaf kepada keluarga korban.
Hampir dipastikan, lelaki paruh baya warga Jl Kemauan I No 45/55 Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar ini tewas akibat tembakan peluru nyasar dari polisi yang tengah menangani bentrokan pada Minggu 3 Mei 2009 pukul 17.00 Wita.
"Semalam pukul 22.00 Wita Kapolda menemui kami. Beliau minta maaf dan meminta kami bersabar, karena katanya pelaku nya masih dalam penyelidikan," tutur Andi Ansar Azis, salah seorang keponakan korban, di Makassar, Senin (4/5).
Menurut Andi Ansar Azis, Kapolda juga berjanji akan menuntaskan masalah ini tanpa memandang siapa pelakunya, aparat sekalipun.
Soal bantuan belasungkawa dari Polda Sulsel, keponakan korban ini mengatakan, sementara ini hanya difasilitasi mobil ambulans mulai dari pemberangkatan dari rumah duka hingga ke pekuburan Islam Panaikang.
Korban peluru nyasar ini, Herman Boy, adalah warga yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual ikan di pasar Karuwisi yang terletak di wilayah perbatasan Kelurahan Karuwisi dan Kelurahan Maccini yang selama ini warganya sering terlibat bentrok.
Sementara di daerah sekitar pasar ini, terlihat polisi berjaga-jaga, gabungan Samapta, Brimoda dan Patmor untuk mengantisipasi bentrokan susulan. Terlihat juga 2 unit mobil Rantis.
Proyektil
Mengenai pistol jenis revolver dan proyektil kaliber 38 yang ditengarani menewaskan Herman Boy, menurut Mathius, masih tengah uji balistik di Laboratorium Forensik. "Seorang anggota polisi dari Polsek Panakkukang tengah dimintai keterangan," kata Mathius usai kunjungan kerja di Kantor Walikota Makassar, Andi Herry Iskandar.
Menyangkut dua kelompok warga di dua kelurahan itu yang nyaris tiap hari terlibat bentrok skala kecil dan besar ini, Mathius mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan keluarga korban, tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda dari dua kelompok ini. "Intinya mereka ingin damai sehingga yang dilakukan saat ini terus dilakukan pendekatan agar kejadian serupa bisa diminimalisir," ujarnya.
Sedangkan Kapolwiltabes Makassar Brigjen Pol Burhanuddin Andi menambahkan, saat ini selain
proyektil yang diangkat dari tubuh korban, dua pistol dalam pemeriksaan Labfor. Tiga pistol lainnya menyusul sehingga total pistol yang akan diuji balistik ada lima. [sss]