Senin, 28 Mei 2012 | 17:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Obama Bikin Israel Was-was
Headline
Barack Obama - yahoo.com
Oleh: Zulfirman
web - Senin, 4 Mei 2009 | 21:43 WIB
INILAH.COM, Jerusalem Tak semua negara menyambut antusias kepemimpinan Barack Obama. Israel termasuk yang was-was. Tel Aviv khawatir, makin dekatnya Presiden ke-44 AS itu dengan dunia Arab dan Muslim akan membuat posisi Israel jadi terjepit.
Israel memang bukan satu-satunya yang tak menyambut kepemimpinan Obama dengan antusias. Korea Utara, jauh-jauh hari, sudah menyatakan sambutan yang dingin terhadap Obama. Kini, mereka bahkan mulai berani menyerang Obama.
Korut menyebutkan, pemerintahan Obama tak beda dengan pendahulunya, George W. Bush. AS, dalam pandangan mereka, tetap memainkan trik, berbicara dengan perubahan dan diplomasi kerja sama multilateral. Padahal, masih versi Korut, AS tetap saja kekuatan yang terus memaksakan kehendak terhadap negara lain.
Israel belum separah Korut. Tapi, mereka sudah mulai khawatir. Dalam jajak pendapat yang hasilnya dikeluarkan Senin (4/5), sebagian besar warga Israel mulai was-was, kebijakan Obama akan membuat AS makin bersahabat dengan Arab dan Dunia Islam dan melupakan Israel.
Sejumlah 63% warga Israel yakin, negara mereka akan menderita dari pernyataan Obama bahwa pihaknya ingin melakukan rekonsiliasi dengan Dunia Islam dan Arab. Anehnya, pada saat yang sama, sekitar 60% responden menyebutkan mereka melihat Obama menguntungkan, bahkan sangat menguntungkan. Hanya 14% yang melihat dia tak membawa keuntungan bagi Israel.
"Israel menyukai Obama sebagai pribadi. Tapi mereka juga khawatir dengan kebijakan dan kemampuannya mengatasi secara efektif (persoalan) Timur Tengah," ujar Eytan Gilboa, profesor dari Bar-Ilan University yang memimpin jajak pendapat itu.
Jajak pendapat sendiri diikuti 610 orang dan dilangsungkan pekan lalu oleh Liga Antifitnah dan Pusat Studi Strategis Begin-Sadat. Jajak pendapat memiliki margin of error sebesar 4,5%. Kalangan minoritas Arab yang ada di Israel, yakni sebesar 20% dari populasi negara yang 7,4 juta jiwa, tak disertakan dalam jajak pendapat ini.
Obama sendiri sudah mendesak agar mulai dirancangnya hubungan diplomatik dengan Iran untuk mengatasi kecurigaan soal progam nuklir Iran. Obama juga mulai melakukan dialog dengan Suriah. Padahal, di era Bush, kedua negara ini merupakan 'musuh besar' Amerika Serikat.
Sikap Obama jelas bertentangan dengan Israel. Israel percaya Iran saat ini terus mengembangkan senjata nuklir. Mereka pun menuding Iran dan Suriah mendukung habis-habisan kelompok militan anti-Irsael di Palestina dan Lebanon seperti Hamas dan Hizbullah.
"Israel khawatir dibukanya pembicaraan Presiden Obama dengan Iran, Suriah, atau bahkan Hamas, akan dianggap sebagai kemenangan oleh aktor-aktor radikal ini," ujar Profesor Efraim Inbar, Direktur BESA.
Itulah sebabnya, mereka melakukan jajak pendapat dan mengumumkannya pada waktu yang tepat. Hasil jajak pendapat ini diungkap ke publik menjelang pertemuan pertama Obama dengan Presiden Israel Shimon Peres dan PM Benjamin Netanyahu. Agenda utama pembicaraan di antara para pemimpin kedua negara adalah soal ancaman nuklir Iran.
Jajak pendapat itu juga mengungkapkan 66% dari warga Israel setuju negaranya mengambil tindakan militer terhadap fasilitas nuklir Iran jika diplomasi dan sanksi yang dijatuhkan gagal melunakkan Iran. Sementara 75%, dengan angkuhnya, menyatakan mendukung tindakan militer itu bahkan jika ditentang AS sekalipun.
Sejauh ini, Israel dan Barat skeptis dengan pengakuan Irak bahwa program nuklir tersebut didesain untuk menghasilkan energi, bukan bom. Mereka tetap curiga bahwa nuklir tersebut diciptakan untuk kepentingan militer Iran.
AS sebaliknya, mulai menekankan pentingnya memaksimalkan diplomasi untuk meredam ketegangan dunia, khususnya menyangkut program nuklir Iran. Seorang pejabat AS belum lama ini menegaskan serangan militer Israel itu sangat tidak diinginkan. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.