INILAH.COM, Jakarta - Rekapitulasi penghitungan suara manual yang dilakukan KPU sudah meliputi 25 provinsi. Partai Demokrat tetap berada di atas, sementara suara PKS tetap lebih tinggi ketimbang PAN, yang sama-sama mengajukan kandidat cawapres ke SBY.
Hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU hingga Selasa (5/5) pukul 16.32 WIB, Partai Demokrat tetap di urutan teratas dengan 17.143.538 suara atau 20,71% dari jumlah suara sah nasional yang masuk sebesar 82.784.140 suara.
Posisi kedua ditempati PDIP dengan 12.323.159 suara atau 14,89 persen, diikuti Partai Golkar di tempat ketiga dengan 12.118.103 suara atau 14,64%. Tempat keempat PKS yang memperoleh 6.839.057 suara atau 8,26%.
PAN masih berada di bawah PKS dengan 4.958.075 suara atau 5,99% dan PPP berada di tempat keenam dengan 4.590.951 suara atau 5,55%.
Partai Kebangkitan Bangsa di tempat ketujuh dengan 3.711.618 suara atau 4,48%, diikuti Partai Gerindra berada di tempat kedelapan dengan perolehan 3.672.959 suara atau 4,44% dan di tempat kesembilan Partai Hanura dengan 3.001.682 suara atau 3,63%.
Rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara di Hotel Borobudur hingga pukul 17.15 WIB masih berlangsung. KPU telah menyelesaikan rekapitulasi di 25 provinsi atau 59 dapil dari 77 dapil, dengan jumlah suara sah nasional yang masuk sebanyak 82.784.140 suara.
25 provinsi tersebut yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten.
Selanjutnya, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !