INILAH.COM, Lampung - Gunung Anak Krakatau telah mengalami kegempaan hingga 36 kali. Bahkan, gunung itu juga telah meletus hingga lebih dari 400 kali.
Hal itu diungkapkan Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancoran, Kalianda, Lampung Selatan Andi Suwardi, Selasa (5/5).
"Sampai pagi tadi, data yang tercatat terjadi gempa vulkanik dangkal 36 kali, letusan 403 kali, tremor 221 kali, hembusan 235 kali. Sedangkan visual masih tertutup kabut tebal, sehingga masih sedikit mengalami gangguan dalam mendeteksi," kata dia.
Pihaknya, kata Andi, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap pengamatan Gunung Anak Krakatau karena kondisinya berkabut.
"Hari ini masih seperti kemarin. Kondisinya berkabut sangat tebal. Namun masih ada letusan setiap lima menit. Sedangkan data gempa dan letusan sampai Selasa sore belum tercatat semua," kata dia.
Andi juga menegaskan, karena masih waspada pihaknya berharap agar masyarakat untuk berhati-hati. Apalagi menurutnya masih sering diselingi dengan gempa walaupun skalanya kecil.
"Masyarakat agar tetap waspada. Walaupun berkabut masih terjadi gempa, walaupun skalanya kecil, namun berbahaya. Saya imbau jangan ada yang mendekat ke Gunung Anak Krakatau," ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi gunung berapi itu berada di Selat Sunda, sehingga harus ekstra waspada. [*/nuz]