Selasa, 29 Mei 2012 | 05:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gawat, Kebebasan Internet Terancam
Headline
istimewa
Oleh: Budi Winoto
web - Rabu, 6 Mei 2009 | 10:47 WIB
INILAH.COM, Jakarta Rencana perubahan Telecoms Package 2002 yang dilakukan oleh Parlemen Eropa dikhawatirkan akan mengancam internet. Perubahan itu akan berimplikasi pada netralitas serta kebebasan internet.

Kelompok pembela hak azasi manusia mengatakan jika perubahan itu diadopsi, maka internet service provider (ISP) akan bisa membatasi akses user ke situs tertentu. ISP juga akan menarik biaya lebih mahal, untuk memberikan akses ke situs yang diinginkan pelanggannya.

Kelompok itu mengatakan, rencana perubahan itu dipengaruhi oleh perusahaan telekomunikasi besar AS semacam AT&T dan Verizon.

Telecoms Reform Package saat ini sedang melewati prosedur di parlemen Uni Eropa untuk direvisi. Upaya revisi itu agar pasar telekomunikasi Eropa lebih seragam.

Salah satu usulan dari anggota Parlemen Eropa asal Inggris Malcolm Harbour menyangkut Universal Services Directive menyebut bahwa penggunaan internet oleh masyarakat bisa dibatasi oleh ISP.

Padahal peraturan sebelumnya yang dikenal sebagai amandemen 166 menyebut perusahaan telekomunikasi dilarang memblok user dengan keputusannya sendiri.

Namun amandemen itu diusulkan agar diubah pada pekan lalu dan mengijinkan operator bisa memilih konten, layanan, serta aplikasi apa yang dapat diakses dari jaringan, kata Jeremie Zimmermann, co-founder di La Quadrature du Net, yang menyebut proposal baru itu, karena lobi aktif dari operator AS.

Operator beralasan, ingin memiliki kontrol lebih besar agar bisa menyediakan kualitas layanan yang lebih baik. Namun alasan itu dinilai hanya akal-akalan operator supaya bisa mengurangi investasi bandwidth namun membelajakan dananya untuk teknologi pemblokir konten.

"Mereka beralasan tidak bisa membatasi akses ke situs semacam YouTube dan memprioritaskan akses ke layanan yang lebih penting. Pada akhirnya user akan ditarik bayaran lebih mahal untuk akses ke layanan seperti itu," kata Zimmermann.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.