INILAH.COM, Bengkulu- PT Telkom masih enggan membangun jaringan Satuan Sambungan Telepon (SST) dan internet di pedesaan.
GM PT Telkom Cabang Bengkulu, Hamdani mengatakan pihaknya masih enggan memasang jaringan telepon dan internet speedy di daerah pedesaan karena faktor keamanan.
"Pengalaman kita di beberapa wilayah pedesaan, banyak kabel telpon dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab, padahal untuk memasang jaringan tersebut dibutuhkan dana yang cukup besar," katanya.
Selain ongkos yang dikeluarkan cukup tinggi, keamanan jaringan kabel di pedesaan juga dianggap sangat rawan pencurian sehingga tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh.
Ditambah lagi, semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini juga menjadi pertimbangan Telkom Bengkulu maupun pusat untuk memasang sistem jaringan telpon kabel.
"Jaringan tampa kabel saat ini sudah merambah sampai ke pelosok pedesaan dan saya rasa ini adalah media komunikasi yang cukup aman dari pencurian," ujarnya.
Namun demikian, jaringan tampa kabel atau lebih dikenal dengan 'wireless' juga pada dasarnya memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan jaringan kabel yang cenderung lebih tahan dari cuaca ataupun kondisi alam.
Walaupun jaringan telepon kabel tidak menjangkau sampai ke pedesaan, namun Telkom tetap memberikan kontribusi terbaik dalam pelayanan komunikasi kepada masyarakat khususnya di Bengkulu yang terbukti dengan memasang jaringan fiber optik (FO) ke beberapa kabupaten di daerah itu.
Khusus pemasangan jarinan FO untuk wilayah Kabupaten Mukomuko yang merupakan daerah tingkat II terjauh dari Kota Bengkulu (berjarak sekitar 180 Km dari arah Utara Kota Bengkulu).
Menurut dia, saat ini masyarakat Mukomuko, khususnya di daerah perkotaan sudah bisa menikmati internet dan telepon rumah. Setelah Mukomuko, Telkom cuga berencana memasang jaringan kabel di wilayah Muara Aman Kabupaten Lebong dan Bintuhan.
"Kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat, dan mudah-mudahan kedepan seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu bisa menikmati jaringan telkom," katanya.
Untuk itu, dia berharap peran serta masyarakat dan dukungan pemerintah dalam proses pembangunan sistem telekomunikasi di Provinsi Bengkulu harus saling menjaga peralatan Telkom dan memberikan perizinan yang mudah.
Telkom cabang Bengkulu saat ini memiliki 33 ribu pelanggan telepon rumah dan 3.500 pelanggan internet speedy. Pada 2009 PT Telkom menargetkan peningkatan pelanggan sebesar 30 persen.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !