INILAH.COM, Tel Aviv - Seorang anggota parlemen Israel (Knesset) berpendapat Paus Benediktus XVI adalah seorang anti-Semit. Sehingga, ia berusaha menghalangi rencana kedatangan pemimpin tertinggi umat Katolik itu ke Israel dan Yordania pekan depan.
"Ia seorang anti-Semit, mantan anggota Pemuda Hitler, dan mengembalikan uskup penyangkal Holocaust ke gerejanya," ujar Michael Ben-Ari, anggota Knesset itu, seperti dilansir UPI, Kamis (7/5).
Ia juga berpendapat, Knesset sebaiknya mengukuhkan posisi mereka terhadap Paus. Sehingga, rencana kedatangannya ke enam lokasi di Jerusalem, seperti Gereja Kelahiran Yesus, Tembok Ratapan, dan Masjidil Aqsa harus ditolak.
Namun, usulan itu ditolak Knesset, yang memutuskan tidak membahas kunjungan Paus. Anggota Knesset lainnya, Ronnie Bar-On membantah jika hal itu dianggap Ben-Ari sebagai pukulan untuk kebebesan berekspresi. "Ini usaha untuk mencegah timbulnya ekspresi yang anarkis," kata Bar-On.
Sejumlah anggota Knesset lainnya juga menyetujui tidak perlu membahas kunjungan Paus. Kedatangan Paus ke tanah suci tiga agama itu sendiri rencananya akan disambut oleh ribuan umat Katolik. [vin/nuz]