INILAH.COM, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama, berbicara melalui telepon dengan Presiden China Hu Jintao. Mereka menyatakan kecemasan atas masalah-masalah keamanan, termasuk program nuklir Korea Utara dan situasi yang memburuk di Pakistan.
Percakapan telepon, Rabu (6/5) waktu setempat itu adalah pertama kali dalam kontak langsung yang diumumkan, sejak keduanya bertemu di London, 1 April lalu. Saat itu mereka menghadiri KTT ekonomi dan pertama sejak munculnya ketegangan angkatan laut China-AS.
"Presiden Obama menyampaikan kepada Presiden Hu karena kekhawatirannya atas tindakan Korut baru-baru ini. Juga ancaman-ancaman terhadap Pakistan oleh kelompok-kelompok garis keras dan teroris," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan menyangkut pembicaraan tersebut.
Pernyataan itu menambahkan kedua pemimpin itu sepakat untuk tetap melakukan kontak erat menyangkut masalah-masalah penting ini. Di London Obama menerima undangan untuk mengunjungi China dalam pertengahan tahun ini.
Percakapan itu dilakukan pada saat Washington mengirimkan utusan khususnya menyangkut Korut, Stephen Bosworth ke Beijing dan kemudian ke Seoul, Tokyo dan Moskow. Hal ini dalam usaha menyelamatkan perundingan enam negara yang macet menyangkut pelucutan nuklir Pyongyang dan mengajak rezim komunis itu kembali ke meja perundingan.
Percakapan Obama dan Hu itu terjadi para hari yang sama pertemuan antara Obama, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai di Washington. Mereka membentuk satu front melawan kelompok ekstremis. [*/nuz]