INILAH.COM, Jakarta Kedatangan Mensesneg Hatta Rajasa ke rumah Megawati di Jl Teuku Umar, Rabu (6/5) mengundang spekulasi bahwa Susilo Bambang Yudhoyono tengah mendekati PDIP. Hal itu, menurut Direktur Reform Institute Yudi Latif memang mungkin saja terjadi.
"Publik mencermati bahwa incumbent juga akan menggandeng oposisi (PDIP) dengan deal-deal tertentu. Karena itu, tim underdog justru bisa berpeluang menjadi pilihan," katanya, dalam diskusi 'Pemilu 2009 Menghasilkan Pemerintahan untuk Rakyat?', di Jakarta, Kamis (7/5).
Tantangan capres/cawapres lain untuk bisa mengalahkan SBY dan pasangannya, menurut Yudi memang tidak mudah. Karena sebagai incumbent, SBY bisa menggerakkan semua sistem untuk kemenangannya. Namun, bukan berarti incumbent bisa dikalahkan.
Diungkapkannya, sekitar 60% pemilih pada Pemilu 2009 adaah swing voter. "Jumlah swing voter sebanyak itu sangat besar dan bisa menetapkan pilihan setiap saat," katanya.
Dalam Pemilu 9 April 2009 lalu, menurutnya, ada kemungkinan swing voter mengikuti tren untuk memilih partai tertentu. Namun, melihat adanya persoalan pada pemilu tersebut, ada kemungkinan mereka berubah. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !