inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Sip, Palapa Ring Tetap Dimulai 2009

Headline
istimewa
Oleh:
Sabtu, 9 Mei 2009 | 12:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Mohammad Nuh, mengatakan, proyek Palapa Ring yang merupakan proyek strategis inisiatif pemerintah akan tetap dimulai pada 2009.

"Meski terjadi dinamika dalam anggota konsorsium proyek itu semuanya tetap berkomitmen proyek tetap dilaksanakan tahun ini," kata M. Nuh di Jakarta.

Ia mengatakan, dua pekan lalu pihaknya bertemu dengan empat anggota konsorsium proyek tersebut dan seluruhnya masih dengan komitmen awal merealisasikan proyek Palapa Ring.

Hingga kini, Menteri mengatakan, memang belum ada kepastian akan menambah anggota konsorsium atau tidak untuk menutupi kekurangan dana investasi.

"Sebenarnya kalau ada yang muncul lagi silakan, tetapi yang jelas keempat anggota konsorsium ini tetap punya komitmen untuk meneruskan," katanya.

Bahkan, kata Menteri, keempat anggota konsorsium tersebut sudah menyatakan diri sanggup menalangi dana investasi apabila ada anggota lain menyatakan mundur.

"Jadi pada dasarnya memang tinggal jalan saja (proyek ini)," katanya.

Hingga kini, pemerintah menyatakan masih menunggu hasil kajian konsorsium Palapa Ring terkait pelaksanaan proyek yang masih terkendala depresiasi nilai investasi.

Sebelumnya, pemerintah menerima informasi dari konsorsium bahwa mega proyek tersebut tidak akan sama seperti disain awal tetapi dirampingkan akibat krisis finansial global.

Namun, Ketua Proyek Palapa Ring, Rakhmat Djunaedi, belum lama ini membantah hal itu.

"Proyek tidak dirampingkan masih dengan rencana awal tetapi kami masih membahasnya sampai saat ini," katanya.

Proyek Palapa Ring terkendala persoalan utama yaitu depresiasi nilai mata uang untuk investasi konsorsium yang mengacu pada rupiah.

Semula jumlah dana yang dimiliki konsorsium proyek itu sebesar US$ 180,4 juta namun saat ini menyusut menjadi hanya sekitar US$ 150,9 juta akibat depresiasi nilai rupiah terhadap dolar.

Anggota konsorsium sedang terus menghitung ulang investasi untuk proyek itu termasuk mempertimbangkan disain yang memungkinkan.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.