INILAH.COM, Bojonegoro - Jalur pipa distribusi minyak Blok Cepu sepanjang 46 kilometer mulai lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, hingga lapangan Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur, mulai diuji coba.
"Uji coba pipa sudah milai dilakukan, tetapi dengan air," kata Pejabat Sementara (PJS) Direktur Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Cepu, Kunto Wibisono, Sabtu (9/5).
Menurut Kunto yang juga Direktur Operasi Pertamina EP Cepu, proses perbaikan jalur pipanisasi minyak Blok Cepu enam inci yang sempat terganggu, akibat tersumbat batu sudah rampung.
Perbaikan dilakukan dengan cara membongkar kembali pipa, sekaligus dipotong untuk mengeluarkan batu yang ada di dalam pipa yang menghambat proses pengaliran air ketika pada uji coba pertama, dua bulan yang lalu.
"Kalau melihat batu yang ada di dalam pipa sebesar kepala orang, jelas disengaja," katanya menjelaskan.
Sejauh ini, lanjutnya, proses uji coba jalur pipa dengan air dengan ditekan tersebut sudah tidak ada masalah lagi. Artinya, jalur pipa tersebut sudah aman, apabila dimanfaatkan untuk mendistribusikan minyak.
Tetapi, kepastian pemanfaatan jalur pipa tersebut tetap menunggu sertifikasi dari Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) sebelum dioperasionalkan.
Dia menjelaskan, pipa enam inci yang dimanfaatkan untuk mendistribusikan produksi minyak Blok Cepu dari lapangan Banyu Urip dari empat buah buah sumur itu, mampu mendistribusikan minyak sedikitnya 12.000 barel per hari, diantaranya 10.000 barel per hari yang dibeli Pertamina.
Sementara itu, kilang mini di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, kapasitasnya sedikitnya 6.000 barel per hari. Tetapi proses pembangunan kilang mini tersebut diperkirakan Oktober baru rampung, karena masih menunggu datangnya peralatan dari Amerika Serikat.
"Ya kalau dioptimalkan produksi awal sebesar 20.000 barel per hari bisa ditangani melalui pipa dan kilang mini," tegasnya.
Kunto memperkirakan, produksi awal minyak Blok Cepu, mulai bisa berjalan berkisar Juni-Juli. Tetapi, karena pembangunan kilang mini, diperkirakan baru rampung Oktober.
"Paling tidak produksi minyak Blok Cepu sudah bisa dimulai, meskipun tidak langsung 20.000 barel," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Suyotono menyatakan, Pemkab sedang berusaha untuk ikut mengelola minyak Blok Cepu dengan memanfaatkan kilang mini milik Humpuss Patragas yang sekarang ini lokasinya di Cepu, Blora, Jawa Tengah.
Kilang mini milik Tommy Soeharto tersebut kapasitasnya mencapai 10.000 barel per hari.
"Pemkab akan ikut didalamnya mengelola kilang mini yang akan ikut memproses minyak Blok Cepu," tukasnya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !