INILAH.COM, Jakarta - Ada 18 juta suara rakyat yang memilih partai yang tidak lolos parliamentary threshold (PT). Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra berharap agar suara-suara itu jangan sampai lenyap begitu saja.
"Ada 18 juta lebih rakyat yang memilih partai yang tak lulus PT, dan ini potensial menimbulkan keresahan," kata Yusril di Jakarta, Sabtu (9/5).
Jalan keluar terhadap masalah itu, kata dia, adalah menggunakan pasal 202 dan 203 UU Pemilu dan pasal 43 ayat 1 UU Partai Politik, yakni dalam waktu 1 minggu partai-partai tersebut dapat bergabung baik dengan partai yang lolos PT atau sesama non PT sehingga mencapai PT.
"Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa telah menyurati KPU tentang hal ini hari ini. Dengan cara itu, 18 juta suara rakyat tidak hilang dan penyederhanaan partai segera terjadi. Kekhawatiran pasangan calon tunggal dalam pilpres juga dapat dihindari," jelas Yusril.
Sebelumnya peneliti Center of Electoral Reform (CETRO) Ismail Fahmi memperkirakan hanya 9 parpol peserta Pemilu 2009 yang lolos PT atau ambang batas perolehan kursi di DPR sekurang-kurangnya 2,5 persen dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi DPR.
Kesembilan parpol tersebut adalah Partai Demokrat, PDIP, Partai Golkar, PKS, PAN, PKB, PPP, Partai Gerindra, dan Partai Hanura. Sejak hari pertama rekapitulasi penghitungan perolehan suara, kesembilan parpol ini terlihat telah mendominasi perolehan suara dengan jumlah persentase di atas 2,5 persen. Sesuai dengan ketentuan dalam UU Pemilu, partai yang lolos PT akan diikutkan dalam penghitungan kursi di DPR. [*/sss]