Masalah pangan bagi bangsa Indonesia merupakan masalah yang sangat penting. Bagi Indonesia dengan kondisi budaya, sosial, ekonomi dan sumber daya alam yang sangat beragam, fungsi logistik sangatlah menentukan dalam upaya mencapai kemandirian penyediaan pangan untuk seluruh bangsa.
Pengadaan yang dicapai Perum Bulog selama ini rata-rata mencapai sekitar 6-7 % dari total produksi beras nasional, terbesar di antara firm yang ada di dalam industri beras nasional. Multiplier effect dari kegiatan ini adalah mampu menggerakkan perekonomian pedesaaan dengan mengalirnya sekitar Rp 19 trilun saat musim panen di perdesaan.
Pentingnya hal itu kembali disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Mustafa Abubakar, di Balai kartini Jakarta, Sabtu (9/5), dalam presentasi Lokakarya Peningkatan Kinerja Mitra Bulog Melalui Modernisasi Penggilingan Padi.
"Realisasi pengadaan gabah beras yang di lakukan Bulog sampai dengan akhir tahun 2008 sebanyak 3,204 juta ton atau 114% dari prognosa pengadaan tahun 2008 sebanyak 2,805 juta ton. Jumlah pengadaan tahun 2008 tersebut merupakan rekor terbesar selama berdirinya Perum Bulog dan diharapkan tahun 2009 ini jumlah pengadaan dapat memecahkan rekor tahun 2008," kata mantan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam itu.
Proses peningkatan produksi dan pengadaan beras tercatat: tahun 2007 sebesar 36.123.499 ton (4,96%) dan 1.765.986 ton (23,14%); tahun 2008 sebesar 38.259.431 ton (5,91%) dan 3.204.559 ton (81,46%); tahun 2009 38.691.764 ton (1,13%) dan 3.800.000 ton (18,58%).
Tahun 2009, kata Mustafa, Perum Bulog bahkan siap ekspor beras. "Di antara negara yang sudah meminta kepada pemerintah Indonesia adalah Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, serta Timor Leste," ujar Mustafa Abubakar lebih lanjut.
Rachmad Yuliadi Nasir
rbacakoran@yahoo.com