INILAH.COM, Jakarta - Hati-hati, penyakit diabetes bisa berdampak pada aktivitas seks perempuan.
Berdasarkan hasil penelitian baru-baru ini, lebih dari sepertiga perempuan yang menderita diabetes tipe 1 dilaporkan mengalami disfungsi seksual.
Hal ini sangat kontras dengan yang terjadi pada kaum laki-laki. Komplikasi diabetes yang diderita lelaki tidak menunjukan dampak signifikan pada aktivitas seks mereka.
Disfungsi seksual merupakan suatu gangguan fungsi seksual, di mana fungsi ini dibutuhkan manusia untuk melakukan kontak seksual normal.
Umumnya, disfungsi seksual pada perempuan terjadi karena masalah psikologis, ketika mereka memasuki usia lanjut, pre-menopause, ataupun mengalami depresi.
Namun penelitian terbaru di Belgia, menyebutkan bahwa penyakit diabetes tipe 1 ternyata lebih berisiko menyebabkan gangguan fungsi seksual pada kaum perempuan.
Penelitian ini dilaporkan dalam jurnal kesehatan Diabetes Care dengan melibatkan 652 perempuan yang menderita diabetes tipe 1.
Setelah 10 tahun, para penderita diminta mengikuti rangkaian tes seperti pemeriksaan secara fisik, tes laboratorium, dan tes tertulis yang berisi pertanyaan seputar fungsi seksual. Tim peneliti juga melihat dan menilai mood dari masing-masing penderita.
Hasil yang ditemukan Dr Paul Enzlin beserta rekannya dari Leuven University, menunjukan sekitar 35% perempuan mengalami disfungsi seksual. Sekitar 57% perempuan mengalami penurunan libido, Sedangkan 51% tidak bisa mengalami orgasme, 47% mengaku mengalami pengurangan lubrikasi, 38% mengalami gangguan ransangan (arousal), dan 27% perempuan mengaku merasa sakit setiap kali melakukan hubungan intim. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !