inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Tertawa Kurangi Risiko Diabetes & Jantung

Oleh: Triliana
Senin, 11 Mei 2009 | 16:40 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemanfaatan terapi tertawa sebagai alternatif pengobatan memang telah diketahui sejak lama. Namun demikian, masih sedikit bukti yang menunjukan efek terapi tersebut bagi kesehatan pasien.
Belum lama ini, tim peneliti dari Loma Linda University, California, mengungkapkan bahwa tertawa dapat dijadikan terapi untuk sejumlah penyakit, di antaranya serangan jantung dan juga diabetes.
Seperti yang diketahui, gaya hidup seseorang bisa menjadi pemicu munculnya suatu penyakit. Namun bila kondisi psikologi seseorang baik, tim peneliti meyakini segala macam penyakit dapat dilawan.
"Kebanyakan dokter ahli memahami bahwa keadaan psikologi seseorang yang dalam kondisi baik dapat membentuk emosi yang positif juga, misalnya dengan tertawa riang, bersikap optimistis dan memiliki harapan yang dapat membantu proses penyembuhan suatu penyakit," ujar Lee Berk, yang terlibat dalam penelitian.
Dalam penelitian ini, tim peneliti menganalisa 20 pasien yang mengidap penyakit diabetes dan juga mengalami hipertensi serta kolesterol yang tinggi. Kemudian tim peneliti membaginya dalam dua kelompok, dimana masing-masing kelompok diberikan standar pengobatan diabetes yang sama.
Namun bedanya, pada kelompok pertama secara rutin diberi stimulasi berupa terapi humor. Mereka diminta menonton sebuah program komedi atau film yang dianggapnya lucu selama 30 menit setiap hari.
Sementara kelompok kedua, terapi tertawa ini tidak diberikan. Kedua puluh pasien tersebut kemudian dipantau dan diawasi perkembangannya selama 12 bulan.
Setelah selama satu tahun mereka menjalani terapi, tim peneliti menemukan bahwa pasien pada kelompok pertama menunjukkan peningkatan kolesterol baik (HDL) sebesar 26%. Sedangkan pada kelompok kedua, peningkatan kolesterol baik hanya naik sekitar tiga persen.
Tak hanya itu, pasien yang diberi terapi tertawa juga mengalami penurunan tingkat protein C-reactive yang merupakan penanda terjadinya peradangan penyakit jantung hingga 66%. Berbanding jauh dengan kelompok kedua, dimana tingkat peradangan penyakit tersebut hanya turun 26%.
Hasil penelitian yang telah dipresentasikan dalam konferensi Experimental Biology di New Orleans ini juga menemukan bahwa terapi tertawa juga dapat mengurangi tingkat stres pada pasien. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.