INILAH.COM, Tel Aviv Sejumlah kalangan di Israel menolak kedatangan Paus Benediktus XVI yang dianggap anti-Semit. Namun, isu itu ditepis pemimpin tertinggi umat Katolik ini. Dalam kunjungannya ke Israel, ia mendoakan korban holocaust dan mengecam sikap anti-Semit.
"Saya berdoa agar mereka hidup secara damai di tanah kelahiran masing-masing, yang berada di dalam perbatasan yang aman dan diakui dunia internasional," kata Paus, di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, seperti dikutip CNN, Senin (11/5).
Pernyataan itu sekaligus membuka rangkaian kunjungan Paus selama delapan hari ke kawasan yang selalu bersengketa itu. Ia juga akan mengunjungi Jerusalem. Masalah holocaust juga tak luput ia bicarakan, meski hal yang satu itu sangat sensitif.
"Suatu hal yang benar dalam kunjungan saya di Israel untuk menyampaikan kesempatan menghormati enam juta rakyat Yahudi yang tewas dalam holocaust. Saya berdoa agar umat manusia tak perlu lagi menyaksikan kejahatan dalam skala yang demikian besar," lanjutnya.
Sehubungan dengan salah satu uskupnya yang menyangkal holocaust, Paus kelahiran Jerman itu menyampaikan bahwa sikap anti-Semit itu tak bisa diterima. Sebelumnya ia juga pernah menyatakan pihak Gereja tidak sependapat dengan sang uskup.
Perhentian pertama Paus di kawasan ini adalah Jordania. Ia juga akan mengunjungi Bethlehem dan Nazareth. Ia dijadwalkan kembali ke Roma pada Jumat (15/5) mendatang. Kunjungan ini merupakan yang pertama sejak Paus Yohanes Paulus II berziarah pada 2000 silam.
Sebelumnya, seorang anggota parlemen Israel (Knesset) berpendapat Paus Benediktus XVI adalah seorang anti-Semit. Ia menuding Paus asal jerman itu mantan anggota Pemuda Hitler, dan telah mengembalikan uskup penyangkal holocaust ke gerejanya. [vin/nuz]