INILAH.COM, Jakarta - Yahoo Inc akhirnya memenangkan gugatan menyangkut munculnya foto telanjang seorang wanita, yang dilakukan oleh mantan pacarnya.
Pengadilan memutuskan layanan penyedia internet semacam Yahoo tidak bertanggung jawab atas material yang dipublikasikan atau diposting oleh pihak luar.
Namun pengadilan masih membuka kesempatan bagi wanita itu yang bernama Cecilia Barnes menggugat Yahoo, apakah sudah melakukan langkah preventif untuk mencegah foto, serta profil-profil yang tidak sah.
Barnes menggugat Yahoo pada 2005. Wanita itu mengatakan bekas pacarnya tidak hanya memposting foto porno, tapi juga membuat data pribadi palsu sehingga mendapat pelecehan seksual.
"Laki-laki yang tidak dikenal Barnes mengirim email, menelpon dan menemui yang semuanya mengajak seks," kata dokumen pengadilan.
Ini adalah kasus yang berbahaya, bengis dan penggunaan internet secara tidak bertanggung jawab dalam menyalurkaan balas dendam," kata hakim Diarmuid O'Scannlain.
Menurut dokumen pangadilan meskipun Barnes sudah memberitahu, namun Yahoo tidak menghapus foto dan profil itu selama berbulan-bulan. Padahal kasus itu disiarkan media secara besar-besaran. Akhirnya Barnes menggugat perusahaan di Sunnyvale, California itu.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !