INILAH.COM, Jakarta - PKS merasa tak diajak berembuk terkait kabar SBY memutuskan memilih Gubernur BI Boediono sebagai pendampingnya. Namun Partai Demokrat pengusung SBY mengingatkan PKS harus menerima siapapun pilihan SBY, sebab SBY yang kawin.
"Lho! Yang kawin kan Pak SBY. Masa mesti ngajak-ngajak. Pilihannya siapa, ya harus diterima dong," cetus Ketua FPD Syarif Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5).
Menurut Syarif, PKS boleh-boleh saja mengusulkan kriteria cawapres untuk SBY beberapa waktu lalu. Namun, bukan berarti harus dituruti.
"Jadi itu bukan sepihak dong. Ya harus diterima. Lagipula kan ini belum jelas. Baru media yang mengekspos itu," ujarnya.
Terkait PKS keberatan dengan Boediono yang dinilai merupakan persetujuan PDIP, Syarif menampik hal tersebut. "Tidak ada kewajiban kita mengatakan akan berkoalisi dengan ini atau dengan itu ke partai lain. Dengan PDIP kan baru komunikasi politik," ujar dia.
Mengenai apakah PD-PDIP berpeluang besar bergabung, Syarif tak mau berandai-andai. Sebab, bila koalisi di antara kedua partai itu terjadi, bisa saja koalisi akan semakin kokoh. "Kita lihat saja nanti. Jangan berandai-andai," tukas Ketua DPP PD ini. [ikl/sss]