INILAH.COM, New York Hasil uji stres 19 bank besar AS telah diumumkan pekan lalu. Kendati sejumlah bank masih membutuhkan suntikan dana tambahan dari pemerintah, Bank Sentral AS The Federal Reserve merasa puas dengan pencapaian itu.
Menurut Gubernur The Fed Ben Bernanke, stabilnya perekonomian sedikit banyak membantu perbankan dalam memperoleh akses ke modal swasta. Hal ini menjadi elemen terpenting dalam pemulihan krisis perekonomian global.
Bernanke juga menjamin dolar AS akan tetap kuat. Sebab The Fed akan terus menstabilkan tingkat inflasi dengan menaikkan suku bunga, jika saatnya sudah tepat. Ia pun menekankan, bahwa fokus saat ini adalah pada penyehatan sektor perbankan AS, seperti kesepakatan yang dibuat dengan Menkeu Timothy Geithner beberapa waktu lalu.
"Indikasi awal dari uji stres ini membesarkan hati. Banyak bank yang telah menemukan opsi di sektor swasta untuk meningkatkan saham publik mereka. Bebarapa juga mengumumkan rencana mengeluarkan saham-saham baru," kata Bernanke kepada CNBC, Selasa (12/5).
Tanda positif pasca uji stres lainnya, lanjut Bernanke, pengumuman bank yang akan mengeluarkan utang jangka panjang tanpa dijaminkan ke Federal Deposit Insurance Corp. Namun, ia menambahkan bahwa perbankan masih membutuhkan banyak waktu untuk mendapatkan akses luas ke modal swasta dan mengembalikan kepercayaan investor.
The Fed pekan lalu mengumumkan 10 dari 19 bank yang melalui uji stres membutuhkan tambahan dana US$ 74,6 miliar untuk menyelamatkan diri mereka di krisis finansial. Penyehetan sektor perbankan diperkirakan membutuhkan 2-3 tahun. [vin/E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !