INILAH.COM, Jakarta Presiden Mesir Hosni Mubarak tampaknya akan mendapat kecaman dari negara-negara Arab atas pernyataannya. Sebab, ia menyebut negara-negara Arab harus mengakui eksistensi Israel sebagai sebuah negara jika ingin tercapai perdamaian di Timur Tengah.
"Perundingan damai harus tercipta dengan adanya pengakuan lebih dulu dari negara-negara Arab terhadap eksistensi Israel," kata Mubarak dalam sebuah wawancara dengan televisi Israel, Selasa (12/5), seperti dilansir AP, Rabu (13/5).
Di sisi lain, Mubarok juga menolak pencabutan normalisasi Israel-Arab apabila Israel menarik diri dari seluruh kawasan Tepi Barat, Jalur Gaza, Jerusalem timur, dan Dataran Tinggi Golan. Ia juga menolak pandangan AS bahwa satu-satunya jalan menuju perdamaian adalah terbentuknya sebuah negara Palestina.
Sementara itu, Mubarak dijadwalkan akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Sharm El Sheik, wilayah Laut Merah, Senin (11/5). Netanyahu yang tidak mendukung terbentuknya negara Palestina akan lebih mengutamakan pembicaraan ekonomi dalam pertemuan itu.[nuz]