INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (14/5) berpotensi menguat terbatas. Beberapa saham masih mendapat rekomendasi terutama BUMI. Bahkan investor bisa mengalihkan koleksi saham bluechips ke BUMI.
Pengamat pasar modal Dandossi Matram memprediksikan, IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan. Hal ini didukung sisi teknikal, dimana IHSG masih berada dalam trend penguatan hingga satu atau dua hari ke depan.
"Apalagi transaksi di pasar sangat aktif dengan nilai sangat besar mencapai Rp 8-9 triliun," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, semalam. Namun, karena indeks telah mengalami kenaikan cukup pesat dan bursa global bergerak tipis, penguatan IHSG akan terbatas,
"IHSG hari ini bisa naik maupun turun di bawah 1% dari angka penutupan kemarin pada level 1.851,33," tambahnya. Saham yang direkomendasikan adalah saham-saham berbasis komoditas. Hal ini terkait trend kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpotensi memicu kinerja emiten.
Salah satu saham yang direkomendasikan adalah PT Bumi Resources (BUMI). "Saham komoditas terutama BUMI akan menjadi market leader dalam kenaikan indeks hari ini," jelasnya lagi.
Ia pun menyarankan pemegang saham blue chips beralih ke emiten primadona ini, mengingat potensi kenaikan saham-saham unggulan yang sudah terbatas. Misalnya saja PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang kini berada di level Rp 2.700 dari Januari di kisaran Rp 2.000.
"Kenaikan saham bluechip sudah tidak terlalu besar lagi, sedangkan BUMI masih berpotensi naik banyak," imbuhnya. Dandossi menilai saham-saham Grup Bakrie masih melanjutkan kenaikan hari ini. Namun potensi kenaikan saham PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) terbatas, karena sudah mengalami penguatan cukup tinggi.
Ia pun merekomendasikan saham berfundamental bagus dari sektor properti. Pasalnya, kenaikan sektor ini belum signifikan. "Tapi harus hati-hati karena tidak semua properti baik," pungkasnya.
Head of Research PT BNI Securities, Norico Gaman juga memprediksikan IHSG hari ini masih mampu melanjutkan penguatan, dengan ekspektasi kenaikan bisa menembus level 2.000. "Tapi level 2.000 ini baru akan tercapai dalam waktu kira-kira dua bulan ke depan," katanya.
Ia memperkirakan, indeks masih akan bergerak volatile seiring pergerakan bursa regional. Namun, ia meyakini IHSG belum akan terkoreksi karena bursa sebenarnya masih berada dalam trend menguat.
Selain itu, naiknya harga komoditas akan menopang saham berbasis komoditas, yang mempunyai kapitalisasi pasar cukup besar. "Dengan kecenderungan ini, indeks akan stabil menuju level 1.900 untuk mendekati level 2.000," paparnya.
Saham yang juga direkomendasikan adalah berasal dari sektor energi. Hal ini mengingat harga minyak dunia yang cenderung naik dengan ekspektasi di level US$ 60 per barel.
Beberapa saham yang menjadi pilihan Norico adalah PT Bumi Resources (BUMI), PT Bukit Asam (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Adaro Energy (ADRO) maupun PT Indika Energy (INDY). "Investor bisa akumulasi saham-saham ini karena ada potensi naik," katanya.
Saham sektor perbankan juga disarankan, terkait ekspektasi meningkatnya dividen seiring laporan keuangan kuartal pertama 2009 yang cukup memuaskan. Penguatan rupiah terhadap dolar AS juga menjadi sentimen positif bagi saham sektor perbankan, karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap rugi kurs. "Saya sarankan beli PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank BNI (BBNI)," imbuhnya.
Pada perdagangan Rabu (13/5), IHSG ditutup menguat 9,310 (0,51%) ke level 1.851,332.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi yang sangat ramai hingga 214.320 kali pada volume 31.350 juta lembar saham senilai Rp 9.092 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 51 saham turun dan 58 saham stagnan.
Emiten-emiten yang kemarin menguat antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) melonjak Rp 700 ke level Rp 18.650, PT United Tractor (UNTR) naik Rp 400 menjadi Rp 9.350, dan PT Gudang Garam (GGRM) melonjak Rp 300 le level Rp 8.400.
Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 6.000, PT Semen Gresik (SMGR) menguat Rp 100 ke level Rp 4.525, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 2.725, PT Truba Alam (TRUB) naik Rp 37 menjadi Rp 142 per unitnya.
Sedangkan emiten yang melemah antara lain PT Telkom (TLKM) anjlok Rp 250 ke level Rp 7.250, PT Samudera (SMDR) turun Rp 225 ke level Rp 4.000, PT Bukit Asam (PTBA) merosot Rp 200 ke Rp 10.300, PT Astra International (ASII) melemah Rp 150 menjadi Rp 19.150, dan PT International Nickel (INCO) yang terkoreksi Rp 125 ke Rp 3.700.
Saham PT London Sumatra (LSIP) juga melemah Rp 100 ke level Rp 5.900, PT Aneka Tambang (ANTM) yang turun Rp 60 menjadi level Rp 1.990 dan PT Timah (TINS) turun Rp 10 menjadi Rp 1.970 per unit. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !