inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pergerakan Saham BUMI Lebih Kalem

Headline
inilah.com /Bayu Suta
Oleh: Ahmad Munjin
Kamis, 14 Mei 2009 | 09:48 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI) Kamis (14/5) diprediksikan lebih kalem. Namun bukan berarti tak ada potensi melonjak lagi. Apalagi posisi BUMI masih up trend dengan harga yang masih murah melihat historical trade-nya.
Pengamat pasar modal, Dandossi Matram memprediksikan hari ini tidak akan terjadi kenaikan tajam pada saham BUMI. Menurutnya, pergerakan BUMI akan stabil meski tidak menutup kemungkinan ada investor yang memborong saham sejuta umat ini. Pertimbangannya adalah mereka menganggap harga tersebut masih murah.
Hal itu menurut Dandossi bisa saja mendorong kenaikan harga saham BUMI yang sangat diminati banyak investor baik asing maupun lokal. "Masih banyak investor yang menganggap saham BUMI masih murah," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (13/5) malam.
Pada penutupan perdagangan kemarin, BUMI ditransaksikan menguat 25 poin ke level Rp 2.200 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 2.175. Harga tertingginya mencapai Rp 2.300 dan terendahnya Rp 2.150. Sedangkan volume transaksi mencapai 630,6 juta lembar saham dengan nilai Rp 1,4 triliun dan frekuensi 13.059 kali.
Dandossi kembali memaparkan, target terdekat harga BUMI saat ini adalah Rp 2.500 . Patokan harga terdekat itu terkait repo-repo yang telah dilakukan Grup Bakrie yang rata-rata di level harga Rp 2.200 hingga Rp 2.500. "Karena itu, BUMI akan terjaga di harga itu tadi. Sebelum nantinya akan ada kenaikan berikutnya," imbuhnya.
Target itu akan tercapai dalam jangka pendek atau awal pekan depan. Penguatan BUMI selanjutnya masih dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia yang menguat ke level US$ 58 per barel dan historical trade yang masih murah dibandingkan harga tertingginya pada Juni 2008 sebesar Rp 8.550 per lembar. "Itu menjadi faktor pendukung," tandas Dandossi.
Kenaikan harga minyak, lanjut Dandossi, semakin menjadi pemanas kenaikan harga BUMI. Akibatnya, BUMI bisa menguat lebih lanjut. "Tapi untuk perdagangan Kamis (13/5) ini BUMI akan stabil," tambahnya.
Namun, ia mengungkapkan tidak menutup kemungkinan ada investor besar yang akan memborong saham BUMI kembali hari ini. "Sehingga bisa saja BUMI bergerak naik. Apalagi sebetulnya, trend saham BUMI adalah bergerak naik. Saat ini sedang dalam kondisi up trend," tegasnya.
Probabilitas BUMI melemah, tambahnya, sangat kecil dibandingkan probabilitas kenaikan harga sahamnya. "Artinya, mungkin dalam satu hari BUMI sempat Rp 2.300 kemudian besoknya melemah lagi ke level Rp 2.200, Rp 2.225, atau Rp 2.2250," ucapnya.
Mengenai potensi profit taking, hanya akan terjadi pada saat BUMI mencapai harga tertinggi dalam perdagangan di hari itu. Untuk itu, Dandossi merekomendasikan hold atas saham sejuta umat ini. Dandossi mewanti-wanti agar saham ini tidak untuk ditrading. "Karena kalau ditrading akan kehilangan momentum," paparnya.
Bahkan, bagi mereka yang saat ini memiliki saham-saham bluechips seperti PT Perusahan Gas Negara (PGAS), saham-saham perbankan, dan saham tambang lainnya disarankan beralih ke BUMI. Pasalnya, saham-saham itu tidak akan banyak lagi kenaikannya dibandingkan saham BUMI.
Sementara BUMI, masih memiliki ruang kenaikan yang lebih besar untuk mengejar harga historical-nya di level Rp 8.850 yang merupakan harga tertinggi pada Juni 2008. Kemudian, target price BUMI pada angka Rp 2.500 mungkin bisa terealisasi pada Jumat (15/4) besok atau awal pekan depan. "Sebaiknya switching, masuk ke BUMI. Karena mereka (saham bluechips) kelihatannya tidak akan naik banyak lagi," pungkasnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.