Selasa, 29 Mei 2012 | 04:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dandossi Matram
BUMI Masih Stabil, Hold!
Headline
Dandossi Matram
Oleh: Ahmad Munjin
web - Kamis, 14 Mei 2009 | 09:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI) pada Kamis (14/5), sudah mulai bergerak stabil. Meskipun telah mengalami kenaikan yang signifikan, potensi terkoreksinya emiten batubara ini lebih rendah dari harga sebelumnya, sangat kecil.

Pengamat pasar modal Dandossi Matram mengatakan, saham BUMI hari ini akan bergerak stabil.
Namun, tak menutup kemungkinan terjadi kenaikan yang tajam pada saham BUMI, akibat tekanan aksi beli investor. Selain itu, anak usaha grup Bakrie ini masih berada dalam tren menguat. Sehingga profit taking yang menimpa BUMI tidak akan melemahkan harga emiten lebih rendah dari harga sebelumnya.

"Profit taking hanya akan terjadi pada hari perdagangan. Tapi, kemungkinannya kecil jika profit taking itu membuat BUMI turun ke bawah harga sebelumnya. Probabilitas untuk turun, lebih kecil daripada untuk terus menguat.," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (13/5) kemarin, BUMI ditutup menguat 25 poin ke level Rp2.200, setelah sempat menyentuh harga tertingginya di level Rp2.300 per unitnya. Volume transaksi tercatat mencapai 630,6 juta lembar saham, senilai Rp 1,4 triliun, dengan frekuenasi 13.059 kali.

Berikut ini petikan lengkap wawancara INILAH.COM dengan Dandossi Matram.

Bagaimana prediksi pergerakan BUMI?
Target price pencapaian BUMI saat ini di level Rp2.500 per lembar sahamnya. Tapi, angka itu untuk sementara. Dengan pencapaian target ini, saya pikir ada hubungannya dengan repo yang dilakukan Grup Bakrie yang rata-rata di harga Rp2.200 hingga Rp2.500. Karena itu, BUMI akan terjaga di harga itu. Sebelum ada kenaikan berikutnya.
Saya tidak melihat ada kenaikan yang tajam di saham BUMI. Kelihatannya BUMI mulai stabil. Tapi, bisa saja menguat karena investor masih menganggap BUMI murah. Itu bisa mendorong kenaikan harga saham BUMI yang sangat diminati investor, baik asing maupun lokal.

Kapan target price di level Rp2.500 akan terealisasi?
Mungkin dalam jangka pendek ini, beberapa hari atau sepekan ke depan. Tapi, untuk Kamis ini BUMI akan stabil. Meski tidak menutup kemungkinan kalau ada investor besar yang akan memborong saham BUMI. Bisa saja BUMI bergerak naik. Karena sebetulnya, tren saham BUMI masih menguat, masih dalam kondisi up trend.
Penguatan BUMI dipengaruhi tingginya harga minyak dunia serta historical trade BUMI yang masih murah dibandingkan harga tertingginya pada Juni 2008 sebesar Rp8.550 per lembarnya.

Bagaimana dengan peluang profit taking?
Profit taking hanya akan terjadi pada hari perdagangan. Tapi, kemungkinannya kecil jika profit taking itu membuat BUMI turun ke bawah harga sebelumnya. Probabilitas untuk turun, lebih kecil daripada untuk terus menguat.
Artinya, mungkin dalam satu hari BUMI sempat menyentuh level Rp2.300, kemudian besoknya melemah lagi ke level Rp2.200, kemudian naik Rp2.225 atau Rp2.250. Tapi, profit taking banyak terjadi saat BUMI mencapai harga tertingginya dalam perdagangan di hari itu.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
'Hold'. Saya bilang jangan di-trading. Karena kalau di-trading akan kehilangan momentum. Lalu, mungkin bagi mereka yang saat ini memiliki saham-saham Blue Chips lainnya seperti Perusahaan Gas Negara (PGAS), perbankan, atau saham tambang lainnya, bisa switch beralih ke BUMI. Karena, tampaknya kenaikannya saham-saham Bluechips lain tidak akan banyak lagi dibandingkan saham BUMI.
Sebaiknya switching, masuk ke BUMI karena BUMI masih memiliki ruang kenaikan yang lebih besar untuk mengejar harga historicalnya. Level Rp2.500 mungkin terealisasi pada Jumat atau awal pekan depan. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.