INILAH.COM, Jakarta - Politik aliran yang selama ini membayangi setiap masyarakat pemilih di Indonesia telah mati. Saat ini, masyarakat sudah menentukan pilihannya berdasarkan rasionalitas dan figur.
"Politik aliran sudah mati oleh rakyat termasuk umat Islam sendiri yang membunuhnya. Kematian inilah yang membuat SBY dan tokoh lainnya yang tak beratribut Islam menjadi unggul," ujar Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani di Jl Lembang Terusan Menteng Jakarta, Kamis (14/5).
Menurut Saiful, pemilih muslim saat ini memilih karena faktor psikologis seperti persepsi tentang calon atau tokoh. Selain itu, juga karena faktor rasional seperti persepsi atas kompetensi tokoh terutama dalam hubungan dengan masalah ekonomi, bukan karena Agama dan bukan karena asal-usul kedaerahan.
"Pilpres 2004 telah memberikan fakta bahwa calon dari tokoh Islam seperti Amien Rais hanya mendapat suara sekitar 14% dan Hamzah Haz hanya sekitar 5% di bawah SBY dan Wiranto," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemilu legislatif 2009, sambungnya, gabungan perolehan suara partai Islam seperti PKS, PPP dan yang berasal dari tradisi partai Islam seperti PAN dan PKB hanya punya kursi di DPR sebesar 24%. Jadi ada sekitar 63% dari umat Islam yang tak terwakili oleh partai-partai Islam tersebut.
Sementara partai-partai yang tidak berideologi Islam dan bukan dari tradisi politik Islam seperti Demokrat, Gerindra, Golkar, PDIP dan Hanura memperoleh total suara sebesar 58%.
"Hampir semua pemilih mereka Islam, artinya mereka lebih sah mewakili pemilih muslim," pungkasnya. [mut/ana]