INILAH,COM, Jakarta Hasil modifikasi motor bukan sekedar menjadi pajangan. Kalimat ini merupakan sebuah paham baru yang harus ditanamkan di benak para modifikator Indonesia.
Modifikasi bukan sekedar face lift alias ganti baju dengan produk-produk aksesoris tempelan seperti sebuah manekin yang hanya bagus dipandang mata, tapi merupakan hasil kreatif dan buah karya sendiri (handmade).
Menurut Indra "Bluessman" Pranajaya, Best Builder Low Rider 2009, dunia modifikasi sekarang ini harus berpedoman pada unsur moderen, estetika, fungsional, rasional, inovasi, dan kreasi atau disingkat menjadi MEFRIK Custom. Selain itu, sebuah motor modifikasi dinyatakan baik dan benar dilihat dari tiga unsur yaitu body, rangka dan power. Body dilihat dari gaya, tampilan dan memiliki nilai estetika.
Rangka dilihat dari segi konstruksi, stabilitas, manuver dan pengendalian. Selain itu juga, performa mesin harus mendukung. Keseluruhannya harus menjadi perpaduan yang apik.
"Meski buah tangan sendiri, sang modifikator harus bisa mengemas dalam satu kesatuan yang sangat baik dan utuh disertai finishing yang rapih. Kalau hanya sekedar tempelan produk aksesoris tidak pantas menang di kontes modifikasi," ujar Indra yang menjadi juri kontes modifikasi U Mild U Bikers Festrack 2009 dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM Kamis (14/5).
Senada dengan Indra, Brand Manager U Mild Yasin Tofani Sadikin mengatakan modifikator tanah air harus punya karakter sendiri untuk bisa berkembang. Sayangnya, selama ini kita tidak punya standar baku secara nasional untuk kontes modifikasi, dan belum mendapatkan apresiasi dari industri terkait. "Padahal, hasil modifikasi kita tak kalah bagus, bahkan bisa melebihi Thailand yang kini dianggap sebagai barometer bagi para modifikator tanah air," kata Tofani.
Karena itu di ajang U Mild U Bikers Festrack 2009, selain komitmen yang tinggi di dunia balap U Mild kini juga memberikan porsi yang pantas untuk dunia modifikasi Indonesia agar nantinya dapat bersaing dengan modifikator-modifikator Asia. "Untuk mendukung hal itu, di U Mild Modification Contest kita kerja bareng dengan juri-juri yang punya idealisme tinggi dan misi visi yang sama dengan U Mild yaitu mewadahi kreatifitas modifikator lokal dan memberikan kesempatan untuk berkiprah di ajang Asia bahkan dunia," tegas Tofani.
U Mild Modification Contest menggandeng juri dari ahli konstruksi motor dan pakar design otomotif yaitu Lulut Wahyudi builder motor besar, Indra 'Blues Mann' Pranajaya, dan Amirul Nevo, pakar design produk dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dengan format juri yang terdiri dari para pakar ini, pada U Mild Modification Contest U Mild U Bikers Festrack di Yogyakarta bulan lalu, Agus Darizt asal Sleman dengan motor Honda CB100, terpilih sebagai pemenang kategori Best of The Best. Disamping menyabet Best of The Best, CB100 keluaran tahun 1976 tersebut juga menjadi juara di kategori U-Extreem.
"Biaya rombak motor lawas itu lebih dari 40 juta rupiah ini dan makan waktu lima bulan pengerjaannya. Niat awalnya juga bukan untuk ikut kontes tapi karena kepengen aja merealisasikan ide," kata Agus yang punya bengkel modifikasi sendiri bernama Darizt Design.
Lulut Wahyudi, sebagai juri mengatakan motor pemenang Best of The Best kali ini merupakan yang terbaik dari berbagai hal, bukan hanya sekedar ekstrem di segi perubahannya namun konsepnya pun cukup ekstrem, yaitu dari sebuah motor lawas non motor balap disulap menjadi motor balap era yang lebih lawas.
Amirul Nefo melihatnya dari sisi lain yaitu usability atau kemudahannya dikendarai. Menurut pemegang master di bidang desain produk ini, motor tersebut memang pantas menang sebagai yang terbaik karena meski konsep dan rubahannya ekstrem namun tetap nyaman dikendarai dan bisa dipakai harian. Senada dengan juri lainnya Indra Pranajaya lebih menekankan kepada originalitas sebuah karya modifikasi.
"Harus beda dari yang pernah ada," tambahnya singkat. Yang pasti, semua juri sepakat bahwa modifikasi tanah air harus segera dibimbing dan didukung untuk kearah format utama kontes modifikasi Indonesia yang baik dan benar, bukan hanya sekedar manekin yang hanya enak dipandang mata. [O1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !